Kekurangan pasokan memori global telah memicu gelombang kejut di seluruh industri teknologi. Dari distributor yang terpaksa bundling RAM dengan motherboard hingga isu NVIDIA menghentikan bundling VRAM dengan GPU, situasinya emang bikin stres finansial. Bahkan Apple, yang dikenal dengan supply chain super kuat, gak sepenuhnya kebal.
Sebuah laporan terbaru menyebutkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max berpotensi makin mahal, mungkin dengan kenaikan harga antara USD50 hingga USD100. Harga ini akan melambung tinggi setelah sebelumnya iPhone 17 sudah memiliki harga yang lumayan mahal.
Untungnya, Apple punya strategi yang gak dimiliki banyak vendor lain, yakni pengembangan custom silicon atau chip buatan sendiri. Saat phone maker lain harus beli hampir semua komponen dari vendor eksternal dengan harga premium, Apple memilih jalur berbeda. Chip kustom ini terbukti menjadi faktor penentu yang memungkinkan Apple untuk tetap bersaing dan menahan harga di tengah kenaikan biaya produksi yang terus mencekik.
Salah satu sumber penghematan terbesar datang dari chip baseband atau modem mereka. Setelah sukses memperkenalkan C1 dan C1X 5G modem pada iPhone 16e dan iPhone Air, chip generasi berikutnya, C2, siap nongol di seluruh roster iPhone 18. Chip ini dilaporkan akan diproduksi secara massal menggunakan proses TSMC 4nm yang lebih tua. Keputusan ini worth it karena memungkinkan Apple menghemat jutaan dolar untuk biaya wafer saja, serta menghindari pembayaran royalti mahal kepada Qualcomm.
Angka penghematan dari modem kustom ini gak kaleng-kaleng. Berdasarkan estimasi sebelumnya, modem C1 5G pada iPhone 16e mampu menghemat USD10 per unit yang terjual. Mengingat pengiriman iPhone 16e mencapai 22 juta unit, ini berarti Apple mengantongi penghematan sekitar USD220 juta, atau sekitar Rp3,5 triliun. Penggunaan chip C2 di seluruh lini iPhone 18 akan melipatgandakan penghematan ini, memberikan buffer finansial yang kuat.
Di luar modem, Apple juga punya solusi wireless sendiri. Setelah N1 wireless chip debut di iPhone 17, kemungkinan Apple akan bertahan dengan N1 atau memperkenalkan N2 pada peluncuran iPhone 18. Dengan memiliki solusi internal, Apple gak perlu membayar sepeser pun kepada vendor seperti Broadcom atau perusahaan lain untuk teknologi wireless-nya. Ini adalah benefit jangka panjang yang secara signifikan memangkas biaya sourcing komponen.
Memang, chip utama A20 dan A20 Pro yang akan digunakan di seri iPhone 18 (termasuk iPhone Fold) akan memanfaatkan proses TSMC 2nm yang sangat premium dan otomatis mahal. Namun, penghematan yang diperoleh Apple dari chip kustom lainnya (C2 modem dan N wireless) berfungsi untuk mengimbangi kenaikan biaya prosesor utama ini. Strategi offset ini adalah kunci agar Apple tidak membebankan seluruh biaya kenaikan produksi dan komponen memori kepada konsumen.
Pax Insight
Meskipun tidak ada estimasi pasti mengenai total penghematan yang akan diperoleh Apple dari ketiga chip kustom (A20, C2, N), analisis menunjukkan bahwa angka tersebut harusnya cukup besar untuk membuat Apple "comfortably ride the memory shortage wave." Dengan kata lain, penghematan ini dapat menetralkan dampak kenaikan harga memori, sehingga Apple gak perlu menaikkan harga flagship-nya lebih tinggi dari yang direncanakan semula, atau setidaknya kenaikannya bisa diminimalisir.



