Gawai
Selasa, 5 Mei 2026 13:02 WIB

Harga DRAM melonjak, harga smartphone bisa ikut melambung tinggi

Laporan terbaru menyebutkan harga DRAM kembali melonjak, pabrikan smartphone diprediksi kembali naikkan harga produk mulai kuartal kedua 2026.

Pasar DRAM seluler baru-baru ini menunjukkan tren peningkatan harga yang sangat tinggi tanpa adanya tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat. Industri saat ini sedang menghadapi potensi kenaikan harga hingga sekitar 100 persen secara kuartal, yang disebut akan mulai pada periode kuartal kedua tahun 2026 mendatang.

Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari pertumbuhan harga memori jenis LPDDR5X yang sudah naik sebesar 58 hingga 63 persen pada kuartal pertama tahun ini. Berbagai laporan industri menyebutkan bahwa harga kontrak untuk komponen ini telah meningkat tiga kali lipat sejak awal tahun 2025 lalu.

Harga smartphone akan melambung tinggi

Kenaikan harga komponen memori yang sangat ekstrem ini akan memberikan tekanan besar pada biaya produksi perangkat keras bagi para produsen ponsel pintar. Dengan estimasi pertumbuhan harga antara 93 hingga 98 persen pada kuartal kedua produsen harus bersiap menghadapi pembengkakan anggaran material yang signifikan.

Meskipun biaya produksi meningkat tajam kehadiran perjanjian jangka panjang atau LTA diharapkan dapat membatasi ruang kenaikan harga lebih lanjut di masa depan. Hal ini memberikan sedikit kepastian bagi para vendor dalam memprediksi biaya operasional mereka di tengah ketidakpastian pasar global.

Apa saja yang terjadi?

Berdasarkan analisis terkini, harga modul LPDDR5 diperkirakan akan menyentuh kisaran USD19,3 atau sekitar Rp315.350 hingga USD19,8 atau sekitar Rp323.513 per GB pada kuartal kedua 2026. Para vendor memori kini mulai menetapkan batas atas harga kontrak sekitar USD1.350 atau setara Rp22.057.425 untuk setiap 64GB DRAM.

Batas harga tersebut setara dengan nilai maksimal sebesar USD21 atau sekitar Rp343.120 per GB. Jika angka estimasi saat ini bertahan maka ruang untuk kenaikan harga tambahan melalui skema perjanjian jangka panjang hanya tersisa sekitar 8,8 persen saja sebelum menyentuh plafon harga yang telah disepakati.

Pax insight

Tren kenaikan harga memori ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2027 mendatang yang secara langsung menantang profitabilitas sektor perangkat seluler. Para pelaku industri harus segera melakukan penyesuaian strategi agar tetap kompetitif di tengah melambungnya biaya komponen utama ini.

Penerapan batas bawah harga sebesar USD500 atau sekitar Rp8.169.416 per 64GB juga memastikan bahwa pasar tidak akan jatuh di bawah level USD7,8 atau sekitar Rp127.443 per GB. Dinamika pasar ini menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang sangat menantang bagi ketersediaan smartphone dengan spesifikasi memori tinggi.