Gawai
Selasa, 5 Mei 2026 14:03 WIB

Studi : Pelarangan smartphone di sekolah tak berimbas bagi nilai siswa

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pelarangan smartphone di kelas tidak mempengaruhi nila siswa di Amerika Serikat.

Smartphone sering kali disebut sebagai sebuah alat yang bisa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, pelarangan penggunaan smartphone di dalam ruang kelas sudah diberlakukan di hampir semua sekolah di seluruh dunia, berharap dapat membuat ruang belajar lebih kondusif.

Tapi, ternyata hal ini bukan menjadi solusi ampuh yang diharapkan oleh pemerintah maupun administrasi sekolah di Amerika Serikat. Sebuah studi terbaru dari National Bureau of Economic Research menyimpulkan bahwa kebijakan tersebut secara konsisten memberikan dampak yang mendekati angka nol terhadap peningkatan nilai ujian siswa.

Penelitian ini mengamati data lokasi ponsel dari lebih dari 40.000 sekolah dalam rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2026. Meskipun banyak negara seperti Prancis dan Korea Selatan mulai menerapkan pembatasan ketat pada tahun 2026 hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak memberikan perubahan signifikan pada capaian akademis.

Tidak banyak berpengaruh

Hasil penelitian ini menantang persepsi umum bahwa ponsel adalah faktor pengganggu utama yang menghambat prestasi belajar siswa di sekolah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sekadar menjauhkan perangkat fisik dari jangkauan siswa tidak secara otomatis meningkatkan konsentrasi atau kualitas penyerapan materi pelajaran di kelas.

Selain itu data ini memberikan perspektif penting bagi para pengambil kebijakan pendidikan untuk mengevaluasi kembali efektivitas larangan tersebut. Fokus pada peningkatan kesejahteraan siswa dan manajemen kedisiplinan jangka panjang mungkin jauh lebih relevan dibandingkan hanya berharap pada kenaikan nilai ujian semata melalui pelarangan perangkat digital.

Apa saja yang didapatkan dari studi tersebut

  • Dampak Akademis dan Kehadiran: Studi ini menemukan bukti yang sangat sedikit mengenai pengaruh pelarangan terhadap tingkat kehadiran sekolah maupun perhatian siswa di dalam kelas.
  • Kesejahteraan Siswa: Terjadi penurunan jangka pendek pada tingkat kesejahteraan siswa serta lonjakan insiden disiplin tepat setelah larangan diterapkan akibat adanya gangguan transisi.
  • Efek Jangka Panjang: Seiring berjalannya waktu tingkat kesejahteraan siswa mulai membaik dan tindakan disipliner justru menurun dalam jangka panjang.
  • Perundungan Siber: Para peneliti juga tidak menemukan bukti kuat bahwa pelarangan ponsel di sekolah berhasil mengurangi persepsi terkait perundungan siber di kalangan siswa.
  • Waktu Layar: Sebuah studi serupa di Inggris bahkan menunjukkan bahwa larangan di sekolah tidak berpengaruh pada total waktu penggunaan layar siswa secara keseluruhan.

Pax insight

Meskipun pelarangan smartphone di kelas mungkin memberikan ketertiban lingkungan dalam jangka panjang, kebijakan ini terbukti gagal menjadi pendorong utama prestasi akademis siswa. Para peneliti mengingatkan bahwa kemungkinan adanya efek jangka panjang yang lebih luas masih bisa terjadi, namun belum teramati karena keterbatasan durasi penelitian yang hanya mencakup tiga tahun pasca penerapan.

Pemerintah dan pihak sekolah perlu menyadari bahwa teknologi digital merupakan bagian dari realitas kehidupan siswa saat ini. Oleh karena itu strategi pendidikan yang lebih komprehensif mungkin diperlukan daripada sekadar memberlakukan larangan total yang tidak berdampak langsung pada nilai rapor.