G.Skill akhirnya merilis pernyataan resmi menanggapi volatilitas harga yang sedang terjadi di seluruh industri. Menurut G.Skill, penyebab utama dari lonjakan harga RAM, terutama tipe DDR5 yang tiba-tiba ini adalah keterbatasan pasokan global yang sangat parah.
Tingginya permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari industri kecerdasan buatan atau AI menjadi faktor pemicu utama yang menguras stok cip memori di pasar internasional secara agresif. Oleh karena itu, harga RAM global saat ini bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat.
G.Skill mengungkapkan dalam rilis resminya (18/12) mengungkapkan lonjakan beban kerja AI telah memaksa para pemasok cip IC untuk menaikkan harga demi memenuhi kebutuhan server dan komputasi performa tinggi. Hal ini menciptakan efek domino yang merusak ekosistem DRAM untuk konsumen mainstream, karena kapasitas produksi lebih difokuskan pada sektor yang lebih menguntungkan.
Mereka juga mengakui bahwa biaya pengadaan dan sumber daya mereka meningkat drastis, sehingga harga produk di level ritel pun terpaksa menyesuaikan kondisi pasar yang sangat fluktuatif tanpa pemberitahuan lebih lanjut.
Melihat kondisi pasar yang tidak menentu, G.Skill secara eksplisit menyarankan para pembeli untuk lebih "bijak" dan memperhatikan label harga sebelum melakukan transaksi. Pihak produsen ingin memastikan konsumen menyadari bahwa mereka kini membayar jauh lebih mahal dibandingkan hanya beberapa bulan yang lalu.
Meskipun banyak pembeli yang sudah mengetahui tren kenaikan ini, G.Skill merasa perlu memberikan peringatan agar pengguna tidak terkejut dengan perubahan harga yang bisa terjadi kapan saja. Data industri dan laporan para analis mengonfirmasi bahwa krisis harga ini kemungkinan besar tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
Beberapa prediksi menyebutkan bahwa harga tinggi ini akan terus berlanjut hingga rentang tahun 2026 sampai 2028. Situasi ini menempatkan pasar PC mainstream dalam kondisi yang sangat rentan, mengingat memori adalah komponen vital yang tidak bisa ditiadakan dalam sebuah sistem komputer, baik untuk kebutuhan profesional maupun gaming.
Ancaman Kelangkaan Memori yang Merembet ke Sektor GPU
Kekhawatiran para gamer dan perakit PC tidak berhenti sampai di harga RAM saja, karena kelangkaan memori ini dilaporkan mulai mengancam ketersediaan kartu grafis (GPU). Sebagai komponen yang juga sangat bergantung pada cip memori (VRAM), GPU diprediksi akan menjadi korban berikutnya dari ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan global ini. Jika hal ini terjadi, maka biaya untuk merakit sebuah PC berperforma standar pun akan melonjak ke level yang mungkin tidak terjangkau bagi sebagian besar konsumen.
Pax Insight
Meskipun ada beberapa pihak yang menyarankan untuk tetap tenang dan memprediksi harga akan mulai stabil dalam 6 hingga 8 bulan ke depan, kembalinya harga ke level normal seperti semula diperkirakan akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Para pakar menyarankan agar konsumen yang tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk menunda pembelian hingga kondisi pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Tanpa adanya peningkatan kapasitas produksi atau penurunan permintaan dari sektor AI, pasar memori dunia diprediksi akan tetap menjadi tantangan besar bagi para perakit PC hingga beberapa tahun mendatang.



