Harga memori DDR5 udah melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir, membuat para perakit PC dan gamer pusing tujuh keliling. Kenaikan harga ini terjadi akibat kelangkaan chip DRAM dan pergeseran fokus produsen chip raksasa seperti Samsung dan SK Hynix. Lonjakan ini diprediksi banyak analis akan berlarut-larut hingga tahun 2026 atau bahkan 2027, karena demand masif dari sektor AI.
Di tengah semua pesimisme itu, ada pandangan yang lebih optimistis datang dari Edward Crisler, PR Manager Sapphire. Dilansir dari laman Gizmochina (17/12), saat berbicara di The Hardware Unboxed Podcast, Crisler mendesak para pembeli agar gak panik dan membeli RAM secara impulsif.
Menurutnya, sebagian dari kenaikan harga terbaru ini lebih didorong oleh ketidakpastian pasar, ketimbang kekurangan pasokan yang sebenarnya. Yah, sebenarnya wajar kekhawatiran ini lebih masuk akal mengingat kenaikan harga komponen komputer cukup terpengaruh dengan keadaan permintaan pasar.
Crisler negasin bahwa harga DDR5 saat ini "tidak masuk akal" dan berpotensi bikin orang males merakit atau upgrade PC. Dia memperingatkan bahwa biaya memori yang tinggi dan berkelanjutan gak cuma ngaruh ke penjualan RAM, tapi juga bisa merusak permintaan untuk komponen PC lain, termasuk motherboard, casing, dan GPU.
Prediksi Stabilisasi: Harga Turun dalam 6 hingga 8 Bulan
Berbeda dengan sebagian besar forecast industri, Crisler ngasih timeline yang lebih singkat. Dia menyarankan bahwa harga bisa mulai stabil dalam enam hingga delapan bulan. Dia membandingkan situasi ini dengan reaksi penetapan harga di masa lalu terkait tarif AS, di mana perusahaan menaikkan harga sebagai antisipasi gangguan, meskipun pasokan gak langsung terpengaruh. Ini menunjukkan keyakinannya bahwa ada elemen reaksi defensif di pasar saat ini.
Namun, pandangan optimistis Crisler ini emang bertentangan dengan banyak forecast industri. Beberapa analis, termasuk TrendForce, memperkirakan harga memori akan tetap tinggi jauh melampaui 2026 dan bahkan hingga 2027. Alasan utama mereka adalah keterbatasan ekspansi produksi dari supplier utama yang memprioritaskan permintaan AI dan data center yang memiliki margin keuntungan jauh lebih tinggi daripada memori konsumer biasa.
Meskipun harga tetap tinggi, Crisler yakin para enthusiast PC akan beradaptasi, seperti yang udah mereka lakukan selama periode kelangkaan sebelumnya. Dia mencontohkan periode di mana perakit PC memilih untuk mempertahankan hardware lama lebih lama atau menyesuaikan spesifikasi sistem daripada membayar harga yang udah di-inflate. Ini adalah bentuk perlawanan pasif dari pasar konsumer.
Untuk saat ini, saran sederhana Crisler adalah hindari panic buying. Baik harga mereda dalam beberapa bulan atau tetap tinggi lebih lama, pasar DDR5 emang sedang sangat volatil. Pembeli disarankan untuk menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum membuat pembelian besar, karena harga hari ini kemungkinan bisa menjadi yang terendah untuk beberapa kuartal ke depan.



