Setelah dikembangkan sejak 2025, Google akhirnya meluncurkan fitur desktop mode bawaan lewat update March Pixel Drop. Seperti namanya, fitur ini menawarkan fungsi yang mirip dengan fitur DeX besutan Samsung.
Kenapa ini penting?
Dengan update ini, Google memungkinkan smartphone Pixel menjadi alat produktivitas yang jauh lebih optimal. Sebab, pengguna dimungkinkan menjalankan sistem operasi seluler dalam tampilan antarmuka desktop yang sepenuhnya fungsional untuk layar besar.
Fitur baru Desktop Mode di Pixel
- Perangkat yang mendukung: Untuk sekarang, fitur ini terbatas untuk seri Pixel 8 atau yang lebih baru.
- Persyaratan: Pengguna membutuhkan monitor yang mendukung koneksi USB-C serta perangkat input tambahan seperti keyboard dan mouse.
- Tampilan desktop: Berbeda dari fitur split-screen standar, fitur ini memungkinkan pengguna mengubah ukuran dan mengatur jendela aplikasi secara lebih bebas, mirip dengan Windows atau macOS.
Tidak hanya untuk smartphone, Google juga meluncurkan fitur desktop windowing untuk perangkat Pixel Tablet. Jadi, pengguna tablet tersebut dapat melakukan fungsi multitasking tanpa perlu monitor tambahan.
Untuk mendapatkan fitur ini, pengguna tinggal memantau menu System Updates. Jika update sudah tersedia, pengguna tinggal mengunduh pembaruan Maret ini untuk bisa langsung menjajal fitur tersebut.
Pax insight
Fitur ini jelas menarik dan membantu pengguna Google Pixel untuk bisa mengoptimalkan pemakaian perangkatnya. Namun, tidak dimungkiri, keberhasilan fitur ini sangat bergantung pada seberapa lancara ekosistem aplikasi Android beradaptasi dengan tampilan layar besar.



