DJI mengumumkan telah memberikan imbalan pada peneliti keamanan yang berhasil menemukan kerentanan serius pada robot vacuum DJI Romo di seluruh dunia. Adapun salah satu peneliti yang diduga kuat menerima imbalan ini adalah Sammy Azdoufal.
Beberapa bulan lalu, sosok Azdoufal berhasil menarik perhatian publik, karena ia diketahui berhasil menemukan akses ilegal ke kamera 7.000 robot vacuum tersebut.
Kenapa ini penting?
Kasus ini berhasil menarik perhatian publik karena menyoroti risiko privasi ekstrem pada perangkat rumah tangga pintar. Hanya dengan memanfaatkan kontroler PlayStation, Azdoufal mampu memanfaatkan kamera DJI Romo untuk mengintip rumah orang lain.
Temuan ini pun sempat bikin geger, karena membuktikan perangkat pembersih ternyata bisa berubah menjadi alat pengintai massal. Usai kasus tersebut muncul, DJI pun menyatakan langsung memperbarui seluruh sistem keamanannya secara total.
Langkah selanjutnya?
- Imbalan fantastis: DJI kini mengumumkan telah membayar Azdoufal sebesar USD 30.000 (sekitar Rp 490,5 juta), tapi mereka tidak mengungkap secara spesifik celah keamanan yang dimaksud.
- Temuan internal: Dalam blog resminya, DJI juga menyatakan kalau celah keamanan itu sudah ditemukan secara internal, tapi mereka tetap memberikan kredit pada peneliti independe.
- Sertifikasi keamanan: Untuk memastikan keamanannya, DJI pun menyatakan DJI Romo telah memiliki sertifikasi keamanan resmi seperti ETSI, EU, dan UL.
- Status perbaikan: DJI juga memastikan kalau celah keamanan kode PIN untuk video streaming telah ditutup sejak akhir Februari 2026, dan perusahaan juga sedang melakukan perbaikan sistem menyeluruh.
Pax insight
Kasus ini secara tidak langsung menjadi pengingat kalau perangkat pintar juga tetap perlu dibekali dengan sistem keamanan yang mumpuni. Karenanya, DJI juga berjanji untuk memperdalam kolaborasi dengan komunitas peneliti untuk memastikan keamanan sistem mereka.



