Setelah lebih dari satu dekade menghilang, Friendster resmi kembali hadir di bawah kepemilikan baru. Kali ini, seorang programmer asal Philadelphia bernama Mike Carson yang meluncurkan ulang platform ini.
Mike mendapatkan domain Friendster.com seharga USD 20.000 dalam bentuk bitcoin ditambah domain yang menghasilkan pendapatan iklan sekitar USD 9.000 per tahun. Jumlah ini jauh dari angka penjualannya di 2009 yang mencapai USD 26,4 juta.
Melalui peluncuran kembali, Friendster menawarkan konsep yang melawan arus media sosial saat ini. Sebab, platform ini akan hadir tanpa iklan dan algoritma yang melelahkan.
Kenapa ini menarik?
Di tengah kejenuhan pengguna terhadap platform modern yang eksploitatif terhadap data, Friendster versi terbaru ini hadir sebagai antitesis. Fokus utamanya adalah koneksi dunia nyata.
Oleh sebab itu, platform ini menawarkan cara unik untuk bisa menambah teman. Alih-alih menambahkan teman secara online, satu-satunya cara untuk bisa terhubung dengan teman adalah menyentuhkan ponsel secara fisik memanfaatkan fitur NFC.
Friendster generasi baru
- Mekanisme anti-bot: Dengan kewajiban tapping ponsel, platform ini menjamin kalau setiap teman di daftar pengguna adalah orang nyata yang benar-benar ditemui.
- Jaminan privasi: Platform ini berjanji tidak akan menjual data pengguna dan tidak memiliki feed yang diatur oleh algoritma. Jika pengguna tidak keluar rumah dan bertemu orang, feed mereka akan tetap kosong.
- Nostalgia: Carson ingin mengembalikan pengalaman positif internet awal yang dirasa telah hilang ditelan media sosial modern.
Pax insight
Saat ini Friendster baru tersedia untuk pengguna iOS. Dikabarkan, Mark sedang mengerjakan versi Android dan memulihkan versi web yang sempat dimatikan untuk integrasi aplikasi.



