Bermula dari eksperimen sederhana dua puluh tahun lalu, Google Translate kini bertransformasi menjadi alat komunikasi global yang krusial.
Dalam perayaan yang ke-20, Google memperkenalkan fitur Live Translate untuk headphone. Dengan kemampuan ini, pengguna Translate bisa memanfaatkan perangkat audio mereka jadi penerjemah pribadi secara real-time.
Apa yang menarik?
Inovasi ini menghilangkan kecanggungan dalam berkomunikasi antarbahasa. Berbeda dari terjemahan teks biasa, fitur ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih natural dalam percakapan.
Pengguna kini bisa memahami warga lokal atau pemandu wisata saat traveling tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel. Fitur ini sudah mendukung lebih dari 70 bahasa.
Fitur Live Translate
- Pertahankan emosi: Lewat pembaruan ini, Google Translate kini mampu mempertahankan nada dan irama asli pembicara. Artinya, emosi di balik ucapan tidak hilang dalam terjemahan yang biasanya terdengar robotik.
- Ekspansi lintas platform: Setelah sukses di Android, fitur Live Translate melalui headphone ini resmi mendarat di iOS dan diperluas ke lebih banyak negara.
- Kemudahan akses: Pengguna cukup menghubungkan headphone, membuka aplikasi Translate, dan mengetuk menu Live Translate untuk mulai menerjemahkan bahasa lain.
Pax insight
Lewat fitur ini, Google Translate tentu akan sangat berguna untuk dipakai ketika pengguna bepergian. Selain berkomunikasi dengan warga lokal, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk mendengarkan penjelasan pemandu wisata.



