MediaTek dilaporkan sedang menyiapkan cip varian tertinggi bernama Dimensity 9600 Pro untuk menyaingi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Cip ini dirancang untuk menembus kecepatan 5.00GHz dengan konfigurasi inti prosesor baru demi mencapai tingkat performa yang setara dengan komputer desktop.
Kenapa ini penting?
Ambisi membawa tenaga komputasi tingkat desktop ke dalam sebuah ponsel cerdas membawa kendala fisik yang nyata. Panas ekstrem yang dihasilkan oleh cip ini menjadi tantangan besar karena sistem pendingin ponsel standar tidak dirancang untuk menangani beban suhu setinggi itu secara terus-menerus.
Apa saja detailnya?
- Konfigurasi Inti Baru: Berbeda dengan pendahulunya, varian Pro ini dikabarkan akan menggunakan format 2+3+3 dengan dua inti super untuk mendongkrak kinerja komputasi secara signifikan.
- Kendala Suhu Ekstrem: Karena panas yang tidak terkendali, kecepatan maksimal 5.00GHz kemungkinan hanya bisa dipertahankan dalam waktu singkat. Sistem pada akhirnya akan menurunkan kecepatan secara otomatis ke kisaran 4.00 hingga 4.20GHz untuk alasan keamanan perangkat keras.
- Tantangan Efisiensi: Penggunaan desain prosesor bawaan ARM diprediksi menjadi salah satu penyebab cip ini lebih cepat panas jika dibandingkan dengan arsitektur khusus milik pesaingnya.
- Harapan pada Fabrikasi: MediaTek sangat bergantung pada teknologi fabrikasi 2nm N2P dari TSMC untuk memberikan ruang stabilitas termal agar cip bisa bekerja lebih optimal.
Pax insight
Dimensity 9600 Pro menjanjikan lompatan performa yang luar biasa di atas kertas. Namun ketiadaan sistem pendingin kelas desktop di dalam bodi ponsel yang tipis akan memaksa pabrikan gawai memutar otak agar tenaga raksasa tersebut tidak terbuang sia-sia akibat pembatasan suhu otomatis.



