Bagi Anda yang merindukan ponsel legendaris Xperia Play, ada kabar baik yang mungkin membangkitkan nostalgia. Produsen perangkat genggam, Ayaneo, akhirnya resmi memperkenalkan ponsel pintar pertama mereka yang diberi nama Ayaneo Pocket Play, sebagaimana dilansir dari Engadget. Sesuai dugaan banyak pihak setelah video teaser yang rilis awal November lalu, ponsel ini hadir dengan desain slide yang unik.
Mekanisme geser ini mengubah fungsi perangkat dari ponsel pintar yang agak tebal menjadi konsol game genggam siap pakai. Saat digeser ke mode permainan, Pocket Play menampilkan tombol kontrol lengkap yang terdiri dari tombol arah (D-pad), tombol aksi ABXY, dan empat tombol bahu di bagian atas.
Ayaneo tidak sekadar meniru desain lama, tetapi memodernisasinya. Pocket Play dilengkapi dengan dua area touchpad khusus, fitur yang juga akan hadir di perangkat flagship mereka berikutnya, Next II. Menurut Ayaneo, touchpad ini bisa diatur fungsinya, baik sebagai stik analog virtual maupun tombol input yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemain. Meski spesifikasi lengkap jeroannya belum diungkap, terlihat adanya slot yang mengindikasikan dukungan untuk memori penyimpanan tambahan.
Langkah ini menjadi debut Ayaneo di pasar ponsel pintar, dengan fokus utama tetap pada pengalaman bermain game. Tentu saja, persaingan di segmen ini tidak mudah. Pocket Play harus berhadapan langsung dengan raksasa ponsel gaming lainnya seperti Redmagic 10 Pro dan seri Asus ROG Phone. Belum lagi, ponsel premium seperti iPhone terbaru dan Samsung Galaxy kini juga sudah sangat mumpuni melahap game berat.
Ayaneo berencana meluncurkan Pocket Play melalui kampanye pendanaan di Kickstarter dalam waktu dekat. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai berapa harga jual perangkat unik ini.
Pax Insight
Kehadiran Ayaneo Pocket Play membuktikan bahwa desain ponsel konsol belum sepenuhnya mati, hanya tertidur. Di era di mana sebagian besar ponsel gaming hanya berupa layar sentuh datar dengan tambahan kipas pendingin, kembalinya tombol fisik yang terintegrasi (bukan aksesoris tempelan) menawarkan pengalaman taktil yang dirindukan gamer sejati. Jika harganya kompetitif, ini bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka yang lelah membawa ponsel dan controller secara terpisah.



