Apple dilaporkan mendekati produksi massal MacBook Pro dan MacBook Air bertenaga chip M5 bersama dua monitor Mac baru, menurut Mark Gurman dari Bloomberg. Lini yang diperbarui ini dijadwalkan rilis antara akhir 2025 hingga kuartal pertama 2026, menandai debut konsumen pertama untuk Apple Silicon generasi kelima.
Gurman mencatat bahwa Apple sudah memasuki tahap kunci produksi untuk MacBook Pro (codename J714 dan J716), MacBook Air (J813 dan J815), dan dua monitor Mac (J427 dan J527). Meski Apple biasanya merilis MacBook Pro di musim gugur, target internal kini mengarah ke awal 2026 setelah revisi timeline dari prediksi sebelumnya.
Pola historis Apple menunjukkan MacBook Pro diluncurkan di musim gugur diikuti MacBook Air di musim semi. Namun seperti M2 MacBook Pro yang debut Januari 2023, kemungkinan besar MacBook M5 akan mengikuti jadwal serupa dengan pengumuman Maret 2026.
MacBook Pro M5 akan tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci dengan tiga varian chip: M5, M5 Pro, dan M5 Max. Desainnya tetap sama seperti generasi M4, tanpa perubahan signifikan pada bentuk fisik. MacBook Air M5 juga mempertahankan desain saat ini dengan opsi layar 13 inci dan 15 inci.
Upgrade besar-besaran baru akan datang pada akhir 2026 dengan MacBook Pro M6 yang mengusung layar OLED, layar sentuh, desain lebih tipis, dan kemungkinan konektivitas seluler menggunakan chip custom N1 atau generasi selanjutnya.
Salah satu monitor baru (codename J427) diprediksi sebagai Studio Display generasi kedua dengan upgrade panel Mini-LED. Teknologi ini menawarkan kontras lebih tinggi, HDR yang lebih baik, dan tingkat kecerahan superior dibanding LED backlight standar Studio Display original yang dirilis Maret 2022.
Pengamat display Ross Young mengkonfirmasi Apple sedang mengembangkan Studio Display 27 inci dengan Mini-LED, teknologi yang sudah digunakan di MacBook Pro 14 inci dan 16 inci. Upgrade ini sangat dinantikan mengingat Studio Display saat ini kurang optimal untuk performa HDR yang dibutuhkan profesional kreatif.
Pax Insight
Dengan timeline yang mundur ke 2026, pengguna Mac menghadapi periode tunggu lebih panjang untuk upgrade generasi terbaru. Ini bisa menguntungkan Apple karena M1 dan M2 MacBook masih sangat mampu untuk mayoritas kasus penggunaan, mengurangi tekanan untuk upgrade langsung dan memungkinkan Apple fokus pada inovasi besar seperti OLED dan layar sentuh di generasi mendatang.



