Gawai
Selasa, 13 Januari 2026 12:03 WIB

Apple rajai pengiriman smartphone 2025, Samsung dan Xiaomi mengekor ketat

Apple resmi pimpin pasar smartphone global 2025 dengan pangsa 20%, didorong kesuksesan iPhone 17 dan pertumbuhan pesat di pasar berkembang.

Apple berhasil mencatatkan sejarah baru dengan muncul sebagai pemimpin pasar smartphone dunia berdasarkan volume pengiriman sepanjang tahun 2025. Menurut data awal dari Counterpoint Research, perusahaan asal Cupertino ini menguasai 20% pangsa pasar global, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 10% yang merupakan angka tertinggi di antara lima merek teratas.

Keberhasilan ini menandai pergeseran besar dalam peta persaingan industri teknologi, di mana Apple mampu melampaui rival utamanya, Samsung, setelah sekian lama bersaing ketat. Tren positif ini dipicu oleh tingginya minat konsumen terhadap pembaruan perangkat ke segmen premium serta strategi penetrasi yang agresif di berbagai negara yang selama ini didominasi oleh perangkat berbasis Android.

Pemulihan Pasar Melalui Segmen Premium dan 5G

Secara keseluruhan, pengiriman smartphone global tumbuh sebesar 2% pada tahun 2025, yang merupakan tahun kedua pemulihan pasar secara berturut-turut. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan perangkat kelas atas yang tetap stabil, adopsi teknologi 5G yang semakin meluas di pasar berkembang, serta ketersediaan opsi pembiayaan yang memudahkan konsumen mengakses ponsel high-end.

 
Apple mendapatkan momentum besar dari seri iPhone 17 yang diluncurkan pada kuartal keempat, sementara lini iPhone 16 tetap menunjukkan popularitas yang konsisten di wilayah strategis seperti India, Jepang, dan Asia Tenggara. Kondisi ini membuktikan bahwa ekosistem iOS masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi pengguna yang ingin melakukan pemutakhiran perangkat.

Di sisi lain, Samsung harus puas menempati peringkat kedua dengan perolehan pangsa pasar sebesar 19% dan pertumbuhan tahunan moderat di angka 5%. Meskipun harus merelakan posisi puncak, raksasa teknologi Korea Selatan ini tetap menunjukkan performa yang solid melalui lini Galaxy A series yang menjadi penggerak utama di segmen menengah.

Di kategori premium, kehadiran Galaxy S25 dan Fold 7 membantu Samsung mempertahankan traksinya di pasar maju seperti Jepang. Namun, tekanan persaingan yang semakin ketat di wilayah Amerika Latin dan Eropa Barat membuat pertumbuhan volume pengiriman Samsung tidak sepesat pesaing utamanya, sehingga terjadi sedikit penurunan dominasi secara tahunan.

Menariknya, Xiaomi berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketiga dengan pangsa pasar global sebesar 13%. Merek asal Tiongkok ini melihat adanya permintaan yang stabil di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Latin, berkat portofolio produk yang seimbang antara segmen premium dan menengah.

Berdasarkan metodologi laporan tersebut, Xiaomi kemungkinan besar berhasil menempati peringkat pertama dalam volume pengiriman di pasar domestik Tiongkok sepanjang tahun 2025. Keberhasilan Xiaomi dalam menjaga efisiensi rantai pasok dan menghadirkan fitur-fitur inovatif pada harga yang kompetitif menjadi kunci utama mengapa mereka tetap mampu bersaing dengan merek-merek mapan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Vivo dan Oppo Hadapi Persaingan Ketat di Asia-Pasifik

Vivo menempati posisi keempat yang didukung oleh pertumbuhan signifikan di segmen premium dan performa penjualan luar jaringan (offline) yang kuat di India. Sebaliknya, Oppo mengalami penurunan peringkat ke posisi kelima setelah mencatatkan penurunan sebesar 4%, yang sebagian besar dipengaruhi oleh lemahnya permintaan di pasar Tiongkok serta persaingan yang kian sengit di kawasan Asia-Pasifik.

Gabungan pangsa pengiriman antara Oppo dan Realme tercatat berada di angka 11%. Dinamika ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan preferensi konsumen di pasar Asia, di mana inovasi fitur kamera dan strategi pemasaran lokal sangat menentukan keberlangsungan hidup sebuah merek dalam jangka panjang.

Tantangan Industri dan Kelangkaan Komponen di 2026

Meski tahun 2025 ditutup dengan catatan pertumbuhan, para analis dari Counterpoint memberikan pandangan yang lebih hati-hati untuk tahun 2026. Pertumbuhan pasar diprediksi akan melambat akibat kenaikan harga memori serta potensi kelangkaan komponen krusial lainnya. Hal ini disebabkan oleh pergeseran fokus para produsen chip yang lebih memprioritaskan alokasi sumber daya untuk pusat data kecerdasan buatan daripada perangkat seluler.

Kondisi ini kemungkinan besar akan memicu kenaikan harga jual perangkat di tingkat konsumen, sehingga produsen harus lebih kreatif dalam menawarkan nilai tambah agar tetap bisa menarik minat beli masyarakat di tengah keterbatasan pasokan komponen global.

Pax Insight

Dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang, Apple dan Samsung diproyeksikan akan tetap tangguh dibandingkan dengan produsen peralatan asli (OEM) asal Tiongkok lainnya. Hal ini dikarenakan kedua raksasa tersebut memiliki kemampuan manajemen rantai pasok yang lebih kuat serta posisi merek yang sudah sangat mapan di kategori premium.

Sebaliknya, vendor yang lebih fokus pada segmen harga rendah hingga menengah mungkin akan menghadapi tekanan yang lebih besar dari sisi biaya produksi. Pergeseran peta kekuatan ini menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada teknologi AI dan loyalitas ekosistem akan menjadi faktor penentu utama bagi vendor untuk bisa bertahan dan terus memimpin di tengah ketidakpastian industri teknologi global.