AI
Selasa, 13 Januari 2026 14:29 WIB

Anthropic Claude Cowork agent AI Multitasking di macOS

Kenalan dengan Claude Cowork fitur Anthropic yang bisa multitasking kelola dokumen lokal dan terhubung ke Canva tanpa perlu skill coding.

Anthropic resmi memperkenalkan fitur terbaru bernama Claude Cowork untuk membawa kemampuan asisten AI melampaui sekadar ruang obrolan teks. Fitur ini memungkinkan pengguna umum untuk mengelola berkas dan menyelesaikan berbagai tugas di komputer secara otomatis tanpa perlu memiliki keahlian pemrograman.

Teknologi ini merupakan pengembangan dari Claude Code yang sebelumnya hanya dikhususkan bagi para pengembang perangkat lunak profesional. Kini, dengan hanya memberikan akses ke folder tertentu, Claude dapat membaca, mengedit, dan membuat dokumen baru sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Kemampuan ini sangat praktis untuk kebutuhan produktivitas harian, seperti merapikan folder unduhan yang berantakan atau mengganti nama puluhan file sekaligus. Claude juga dapat dengan cepat dan akurat mengubah tangkapan layar struk belanja menjadi laporan keuangan dalam bentuk spreadsheet.

Selain mengelola dokumen lokal, Cowork dapat menjelajahi situs web melalui plugin Chrome serta terhubung ke aplikasi populer seperti Canva. Pengguna kini dapat mengantre berbagai tugas secara paralel, sehingga AI bertindak layaknya rekan kerja digital yang andal dalam melakukan multitasking, seperti dilansir dari Engadget (13/01).

Anthropic mengklaim bahwa interaksi dengan sistem ini dirancang agar terasa sangat natural dan tidak kaku bagi pengguna awam. Pengguna tidak perlu lagi memindahkan hasil kerja AI ke format lain secara manual karena sistem akan langsung mengeksekusinya di dalam folder yang diizinkan.

Namun, perusahaan terus mengingatkan bahwa jika instruksi yang diberikan pengguna tidak tepat atau tidak jelas, file penting akan dihapus. Untuk saat ini, pelanggan Claude Max hanya dapat mengakses fitur ini melalui aplikasi Claude versi macOS.

Pax Insight 
Peluncuran Claude Cowork menandai era baru "AI Agent" di mana kecerdasan buatan mulai memiliki "tangan" untuk menyentuh sistem file kita secara langsung. Kalau di Indonesia, teknologi ini sangat membantu UMKM atau pekerja administrasi untuk mengotomatisasi pekerjaan repetitif yang membosankan, asalkan pengguna tetap waspada dalam memberikan izin akses folder.