Apple secara mengejutkan merilis MacBook Neo, laptop paling terjangkau mereka dengan harga mulai dari USD599 atau sekitar Rp10 juta-an. Mengusung bahasa desain dasar yang menyerupai lini MacBook Air, perangkat ini hadir dalam empat pilihan warna ceria: indigo, blush, silver, dan citrus.
Keputusan yang tepat di situasi saat ini
Kehadiran MacBook Neo menurunkan batas harga terendah mereka untuk mendorong calon pembeli ke ekosistem macOS secara signifikan. Dengan menggunakan chipset A18 Pro, alih-alih cip seri M seperti lini Mac lainnya, Apple membidik pasar pelajar dan pengguna kasual, meski pengguna harus siap menerima banyak pemangkasan fitur demi harga murah tersebut.
Apa yang ditawarkan MacBook Neo
Desain & layar : Memiliki bobot yang sama dengan MacBook Air meski dimensinya lebih sempit dan tipis. Layarnya berukuran 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 yang memiliki 500 nits dengan bezel tebal tanpa notch. Layar ini hanya mendukung gamut warna sRGB, tanpa teknologi True Tone, dan tidak memiliki sensor cahaya sekitar.
Spesifikasi unik : Ditenagai cip A18 Pro dengan RAM 8GB. Kecepatan transfer memorinya pun jauh di bawah MacBook Air, dimana hanya 60GB/s berbanding 153GB/s.
Port terbatas : Laptop ini hanya mampu menampilkan layar kedua di satu monitor eksternal dengan output maksimal 4K 60Hz. Anda hanya mendapat dua port USB-C, satu USB 3 (10Gb/s) dan satu USB 2 yang sangat lambat (480Mb/s).
Punya fitur unik : Fitur keamanan esensial seperti Touch ID dikunci secara eksklusif hanya untuk varian penyimpanan 512GB yang lebih mahal.
Baterai & konektivitas : Mengandalkan baterai 36,5 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 16 jam. Konektivitasnya didukung Wi-Fi 6E, Bluetooth 6, kamera depan 1080p, dan sepasang speaker samping.
Pax insight
MacBook Neo saat ini sudah masuk masa pre-order di pasar Amerika Serikat dengan harga USD599 atau sekitar Rp10 juta untuk varian penyimpanan 256GB. Jika Anda menginginkan kapasitas lebih besar dan fitur Touch ID, varian 512GB ditawarkan seharga USD699 atau sekitar Rp11,7 juta.



