Gawai
Kamis, 5 Maret 2026 09:03 WIB

Starlink Mobile menuju tahap kedua, incar lebih banyak pelanggan

Starlink siapkan Starlink Mobile generasi kedua, targetkan kecepatan lebih tinggi dan jangkauan pengguna lebih besar
Ilustrasi: Pinterest

Di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, SpaceX resmi mengubah nama layanan Direct to Cell mereka menjadi Starlink Mobile. SpaceX memaparkan ambisi besarnya untuk menyediakan konektivitas broadband langsung ke "ratusan juta" smartphone standar di seluruh dunia melalui jaringan satelit generasi kedua.

Keputusan penting

Inovasi ini menjanjikan revolusi telekomunikasi dengan mengeliminasi blank spot secara global. Namun, SpaceX menegaskan bahwa mereka tidak berniat mematikan atau menjadi pesaing utama operator seluler lokal.

Sebaliknya, Starlink Mobile dirancang sebagai jaringan hibrida pelengkap yang mengisi celah jangkauan di area yang tidak terjangkau oleh menara BTS tradisional. Jadi, ini bisa membuka peluang baru bagi perusahaan lain untuk berkolaborasi guna menembus wilayah yang tidak bisa ditembus oleh teknologi konvensional.

Apa yang direncanakan oleh Starlink

Untuk teknologi jaringan generasi pertama, Starlink telah mengorbitkan 650 satelit dan melayani 16 juta pengguna unik dengan total 10 juta pengguna aktif bulanan lewat mitra operator seperti T-Mobile, Rogers, dan KDDI. Saat ini, kecepatan masih terbatas di kisaran 4Mbps, yang dimana cukup untuk mengirim teks, melakukan panggilan suara/video, dan penggunaan aplikasi ringan.

Di sisi lain, untuk generasi kedua, layanan ini akan diluncurkan secara masif mulai pertengahan 2027 menggunakan roket Starship yang memiliki kapasitas 50+ satelit per peluncuran. SpaceX menargetkan penyebaran 1.200 satelit dalam waktu enam bulan untuk mendapatkan cakupan global yang berkelanjutan.

Satelit Gen 2 akan memiliki antena berbentuk phased array 5 kali lebih besar dan kepadatan data hampir 100 kali lipat dibandingkan generasi pertama. Kecepatan puncaknya ditargetkan melonjak tajam hingga 150Mbps per pengguna. Selain itu, SpaceX sedang merampungkan akuisisi spektrum radio dari EchoStar agar pancaran sinyal ke perangkat seluler jauh lebih optimal.

Pax insight

Dengan basis pengguna yang diproyeksikan menembus 25 juta pada akhir 2026, Starlink Mobile sudah bersiap menjadi penyedia jangkauan geografis 4G terluas di dunia. Ketika satelit Gen 2 mulai mengudara pada 2027, layanan ini diharapkan sudah kompatibel dengan sebagian besar ponsel modern di pasaran.