Gawai
Rabu, 7 Januari 2026 14:04 WIB

AMD sebut era komputasi skala Yotta segera hadir

CEO AMD, Dr. Lisa Su, umumkan platform "Helios" 3 exaflops dan GPU MI500 di CES 2026. Fokus pada AI Skala Yotta dan PC AI 128 miliar parameter.

Dalam pidato pembukaan ajang CES 2026, Dr. Lisa Su selaku Chair dan CEO AMD memaparkan blueprint ambisius mengenai masa depan kecerdasan buatan yang terintegrasi secara menyeluruh. Dia menekankan bahwa portofolio produk AMD saat ini bukan sekadar inovasi perangkat keras, melainkan sebuah ekosistem yang mengubah potensi teoritis menjadi dampak nyata di berbagai sektor kehidupan.

Melalui kolaborasi lintas industri dengan raksasa seperti OpenAI hingga AstraZeneca, AMD memosisikan dirinya sebagai fondasi utama bagi komputasi end-to-end yang terbuka. Visi ini bertujuan untuk menjangkau lima miliar pengguna pada tahun 2030, sebuah target skala masif yang menuntut peningkatan kapasitas komputasi hingga seratus kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Menuju Infrastruktur Komputasi Berskala Yotta

Salah satu sorotan utama dalam presentasi tersebut adalah rencana ekspansi kapasitas komputasi global dari 100 zettaflops menuju lebih dari 10 yottaflops. Untuk mencapai skala yotta ini, AMD memperkenalkan platform "Helios" berskala rak yang mampu menghasilkan kinerja hingga 3 exaflops AI dalam satu unit tunggal.

Platform ini dirancang sebagai infrastruktur masa depan untuk melatih model dengan triliunan parameter secara efisien. "Helios" mengintegrasikan akselerator AMD Instinct MI455X, CPU EPYC "Venice", dan jaringan berkecepatan tinggi Pensando "Vulcano". Seluruh komponen ini disatukan melalui ekosistem perangkat lunak terbuka AMD ROCm, yang memungkinkan pengembang untuk mengoptimalkan bandwidth maksimum tanpa hambatan arsitektur yang kaku.

Ekspansi Lini Instinct MI400 dan Pratinjau Seri MI500

AMD juga memperkenalkan tambahan terbaru untuk lini pusat data mereka, yakni GPU Instinct MI440X yang dirancang khusus untuk penerapan AI enterprise secara lokal (on-premises). Produk ini menawarkan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan penyempurnaan model AI dalam bentuk delapan GPU yang ringkas namun sangat bertenaga.

Selain pengenalan seri MI440X, Dr. Lisa Su memberikan tampilan awal yang memukau mengenai GPU Instinct MI500 generasi berikutnya yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Dibangun di atas arsitektur CDNA 6 dengan teknologi proses 2nm dan memori HBM4E, seri MI500 diproyeksikan memberikan lonjakan performa hingga 1.000 kali lipat dibandingkan seri MI300X terdahulu.

Di sektor konsumen, AMD memperluas jangkauan PC AI melalui peluncuran Ryzen AI 400 Series dan Ryzen AI PRO Series yang mengusung NPU 60 TOPS. Keunggulan utama yang diperkenalkan adalah kemampuan perangkat untuk menjalankan model bahasa besar secara lokal hingga 128 miliar parameter melalui platform Ryzen AI Max+ 392 dan 388.

Dengan dukungan memori terpadu sebesar 128GB, notebook premium yang tipis dan ringan kini mampu menangani alur kerja pembuatan konten dan inferensi tingkat lanjut tanpa ketergantungan pada koneksi awan. Langkah ini memberikan privasi lebih bagi pengguna sekaligus memastikan responsivitas instan bagi miliaran orang yang diprediksi akan berinteraksi langsung dengan AI setiap hari.

Dukungan bagi ekosistem pengembang juga diperkuat dengan pengumuman "Ryzen AI Halo Developer Platform", sebuah PC desktop ringkas yang menawarkan kinerja tinggi bagi pengembangan AI lokal. Platform ini diharapkan mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026 dan menjadi solusi bagi pengembang yang membutuhkan daya komputasi token per detik yang unggul dengan biaya efisien.

Di sisi lain, AMD juga memperkenalkan prosesor Ryzen AI Embedded seri P100 dan X100 untuk membawa kecerdasan ke dunia fisik. Prosesor berbasis x86 ini dirancang untuk mendukung aplikasi edge computing yang menuntut tingkat keandalan tinggi, seperti robot humanoid, sistem otonom, hingga perangkat kokpit digital otomotif yang paling canggih.

Misi Genesis dan Kolaborasi Strategis Pemerintah

Dalam sesi yang menarik perhatian publik, Dr. Lisa Su didampingi oleh Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih untuk membahas peran strategis AMD dalam "Genesis Mission". Inisiatif publik-swasta ini bertujuan untuk mengamankan kepemimpinan teknologi Amerika Serikat melalui pembangunan superkomputer AI terbaru bernama Lux dan Discovery.

Proyek ini diharapkan dapat membentuk penemuan ilmiah baru dan meningkatkan daya saing global dalam dekade mendatang. Melalui kemitraan ini, AMD membuktikan bahwa teknologinya bukan hanya untuk kepentingan komersial, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi kemajuan sains dan kedaulatan teknologi nasional.

Investasi Pendidikan dan Masa Depan Generasi Muda

Sebagai bentuk komitmen sosial terhadap masa depan AI, AMD mengumumkan kontribusi sebesar USD150 juta untuk memperluas akses pendidikan kecerdasan buatan di ruang kelas dan komunitas. Program ini bertujuan memberikan lebih banyak kesempatan praktik bagi siswa untuk belajar dan membangun solusi berbasis teknologi masa depan.

Acara utama CES 2026 ini diakhiri dengan penghargaan bagi lebih dari 15.000 mahasiswa yang berpartisipasi dalam AMD AI Robotics Hackathon. Melalui langkah ini, AMD tidak hanya membangun perangkat keras tercepat di dunia, tetapi juga membina talenta masa depan yang akan menggerakkan ekosistem kecerdasan buatan agar tetap inovatif, terbuka, dan dapat diakses oleh semua orang.