Meskipun ChatGPT masih menjadi raja AI dalam hal jumlah pengguna, data terbaru menunjukkan tren menarik: pengguna yang sudah memakai Google Gemini cenderung menghabiskan waktu lebih lama di dalam aplikasi dibandingkan pengguna ChatGPT.
Menurut data dari Sensor Tower yang dipublikasikan Digitaltrends, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna Gemini per hari mencapai 11 menit, naik signifikan sebesar 120 persen sejak Maret 2025. Sebaliknya, pertumbuhan waktu penggunaan ChatGPT melambat, hanya naik 6 persen dalam periode yang sama. Bahkan, antara Juli hingga November 2025, penggunaan ChatGPT sempat turun 10 persen.
Data lain dari Financial Times memperkuat temuan ini. Untuk sesi per kunjungan (time per visit) di web desktop dan mobile, Gemini memimpin dengan rata-rata 7,2 menit, mengungguli ChatGPT yang berada di angka 6 menit dan Claude di kisaran yang sama.
Mengapa pengguna lebih betah di Gemini? Salah satu faktor pendorong utamanya adalah alat visual baru yang viral bernama "Nano Banana," yang memungkinkan pembuatan gambar super cepat. Meskipun awalnya dianggap gimmick, fitur ini sukses menarik perhatian dan membuat pengguna berlama-lama bereksperimen.
Selain itu, integrasi Gemini yang makin mulus ke dalam ekosistem Google (seperti Workspace dan Android) membuatnya lebih dari sekadar chatbot; ia menjadi alat produktivitas yang kompleks, yang secara alami memperpanjang durasi sesi penggunaan.
Namun, penting dicatat bahwa dalam total volume, ChatGPT masih jauh di depan. Dengan lebih dari 190 juta pengguna harian dan miliaran query per hari, dominasi pasar OpenAI belum tergoyahkan. Gemini menang dalam kedalaman interaksi per pengguna, sementara ChatGPT menang dalam jangkauan luas.
Pax Insight
Pergeseran metrik dari “jumlah pengguna” ke “waktu yang dihabiskan” menandai fase baru dalam persaingan AI: fase retensi. Google tampaknya berhasil mengubah Gemini dari sekadar pesaing ChatGPT menjadi platform yang lebih menarik lewat fitur visual dan integrasi ekosistem.
Jika tren ini berlanjut, loyalitas pengguna bisa menjadi aset yang lebih berharga dibanding sekadar lalu lintas besar. Hal ini mengingatkan pada rivalitas media sosial awal antara Facebook dan MySpace, pemenangnya bukan yang hadir lebih dulu, melainkan yang paling berhasil membuat pengguna betah dan tenggelam dalam ekosistemnya.



