Sony telah menggunakan alat AI Enterprise LLM di studio pengembang gim mereka untuk membantu proses pengembangan, namun perusahaan ini berkomitmen untuk menjadikan alat tersebut sebagai pendukung kreativitas, bukan sebagai pengganti para developer.
Dalam Laporan Perusahaan 2025-nya, Sony menjabarkan rencananya untuk penggunaan AI dalam pengembangan gim. Pihaknya mengonfirmasi bahwa AI telah digunakan untuk mendukung pengembangan gim Marvel's Spider-Man 2, di mana AI digunakan sebagai voice recognition software khusus untuk gim yang membuat simultaneous subtitling otomatis di beberapa bahasa.
Ssperti dilansir dari laman Wccftech (17/9), sejak 2023, lebih dari 50.000 orang di 210 tim berbeda di dalam perusahaan telah menggunakan alat Enterprise LLM. Alat ini membantu mereka menggunakan AI dengan aman untuk chat atau bantuan menulis dan menghubungkannya dengan alat kerja sehari-hari.
Dengan fokus pada masalah hukum, privasi, dan etika, Sony bertujuan menjadikan AI sebagai dukungan yang aman untuk kreativitas, bukan sebagai pengganti developer. Tujuannya adalah untuk mempercepat dan merampingkan proses pengembangan, misalnya, dengan meningkatkan kualitas gambar menggunakan teknologi upscaling. Teknologi ini sudah diterapkan pada upscaler PSSR di PlayStation 5 Pro.
Penggunaan AI dalam pengembangan gim telah menjadi topik yang hangat diperdebatkan. Masahiro Sakurai, kreator serial Super Smash Bros., pada bulan Juni menyoroti bagaimana pengembangan gim harus berubah agar tetap berkelanjutan dan bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi. Hal ini sejalan dengan visi Sony untuk menggunakan AI guna merampingkan proses pengembangan, seperti yang diuraikan dalam Laporan Perusahaan 2025.



