AI
Rabu, 15 Juli 2026 20:07 WIB

Pengguna Gemini di Asia Tenggara naik 2x lipat dalam setahun

Laporan perdana Google ungkap Gemini tumbuh lebih cepat dari aplikasi Google lainnya di Asia Tenggara.
Laporan pengguna Google Gemini di Asia Tenggara

Jumlah pengguna aktif Gemini di Asia Tenggara telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun. Ini diungkap dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang baru saja dirilis. 

Menurut laporan tersebut, kawasan ini mengadopsi Gemini lebih cepat dibandingkan aplikasi Google lainnya, dan Gemini telah jadi asisten AI paling banyak dicari di negara-negera seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam. 

Secara global, aplikasi Gemini sendiri telah memiliki 900 juta pengguna aktif bulanan. Di Asia Tenggara, pertumbuhan pesat ini didorong oleh populasi muda yang melek teknologi, hampir 40 persen pengguna berusia di bawah 25 tahun. 

Apa yang menarik? 

Data dalam laporan menggambarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar jumlah download. Laporan ini menunjukkan kalau AI sudah bukan lagi teknologi masa depan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melainkan sudah jadi bagian dari keseharian. 

"Kami sangat bangga melihat bahwa Gemini telah menjadi AI pilihan bagi banyak pengguna di seluruh Asia Tenggara. Yang membuat kawasan ini begitu luar biasa adalah betapa alaminya teknologi ini terjalin ke dalam kehidupan sehari-hari," kata Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier, Google, Sapna Chadha. 

Terlebih, Gemini dikenal memiliki kemampuan yang kuat dalam bahasa lokal. Karenanya, banyak pengguna di wilayah ini sudah menggunakan AI dengan cara yang natural dan sesuai konteks mereka sendiri. 

Hal menarik lainnya adalah penggerak utama pertumbuhan Gemini di Asia Tenggara merupakan generasi muda. Untuk tahu lebih lengkap temuan menarik di enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, berikut informasinya. 

Generasi muda pimpin adopsi

Generasi yang tumbuh di era digital menjadi penggerak utama pertumbuhan Gemini di Asia Tenggara. Perilaku pemakaian generasi muda pun terbilang lebih aktif ketimbang kelompok usia lain. 

Google mencatat panjang percakapan yang dilakukan biasanya lebih panjang. Begitu juga dengan prompt yang dibuat lebih detail. 

Bahasa lokal jadi kunci sukses

Keberhasilan Gemini di kawasan Asia Tenggara juga sangat bergantung pada kemampuan bahasa lokal. Proporsi prompt dalam bahasa asli per negara: 

  • Vietnam: 89 persen
  • Thailand: 87 persen
  • Indonesia: 84 persen

Hal ini menarik karena berarti di Indonesia, 84 dari 100 orang berinteraksi dengan Gemini menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahas Inggris. Kondisi yang menunjukkan kalau bahasa lokal jadi kunci penting di kawasa ini. 

Mobile first

Cara pengguna Asia Tenggara berinteraksi dengan Gemini juga mencerminkan gaya hidup yang sangat mobile. Google mencatat prompt dari perangkat mobile mencapai 75 persen. 

Selain itu, input multimodal mencapai lebih dari 40 persen pengguna. Namun, input suara dilaporkan tidak terlalu besar, hanya lebih dari 10 persen. 

Kolaborator kreatif

Sekitar 40 persen kueri di Asia Tenggara meminta Gemini untuk menghasilkan output yang sepenuhnya baru, seperti gambar, musik, video, dan penulisan dokumen, dengan jumlah yang terbilang luar biasa untuk kategori: 

  • Gambar (via Nano Banana): 5 miliar gambar dalam setahun terakhir
  • Musik (via Lyria 3): Hampir 1 juta lagu sejak diluncurkan

Mitra riset 

Selain kreativitas, pengguna di Asia Tenggara juga mengandalkan Gemini untuk fungsi lainnya, seperti : 

  • Merangkum dokumen yang padat
  • Menyusun data yang berantakan
  • Menganalisis informasi kompleks
  • Minta saran dan opini
  • Ide hadiah ulang tahun
  • Rekomendasi destinasi wisata
  • Panduan langkah demi langkah untuk pemecahan masalah

Pengguna di Indonesia

Indonesia mendapat sorotan khusus dalam laporan ini, karena Gemini menjadi asisten AI paling populer dan paling dicari. Selain itu, catatan lain dari pengguna di Indonesia di antaranya: 

  • Pertumbuhan pengguna: 2x lipat dalam 12 bulan
  • Prompt dalam Bahasa Indonesia: sekitar 80 persen
  • Prompt dari mobile: sekitar 82 persen
  • Input multimodal (foto+suara): 1 dari 2 prompt
  • Gambar buatan AI yang dihasilkan per hari: mencapai 9 juta

Google juga mengumumkan kehadiran Gemini Spark, agen AI yang mentransformasi Gemini dari sekadar penjawab pertanyaan menjadi mitra untuk menuntaskan tugas, akan tersedia dalam bahasa lokal Asia Tenggara sebentar lagi. 

Pax insight

Laporan Gemini Southeast Asia 2026 mengungkap hal yang lebih dari sekadar angka pertumbuhan, melainkan Asia Tenggara, dan Indonesia secara khusus, bukan sekadar pusat adopsi AI, melainkan ikut membentuk cari AI digunakan. 

Fakta bahwa 50 persen interaksi di Indonesia menggunakan input multimodal (foto dan suara) dan 84 persen prompt ditulis dalam bahasa Indonesia menunjukkan pola pemakaian yang unik, sesuai dengan konteks dan kebiasaan lokal. 

Angka 9 juta gambar AI per hari dari Indonesia saja menunjukkan kalau AI generatif sudah menjadi alat sehari-hari bagi pengguna di Indonesia. 

Di samping itu, peluncuran Gemini Spark dalam bahasa lokal Asia Tenggara patut jadi hal yang dinanti. Sebab, ini akan menunjukkan transformasi AI dari yang sekadar menjawab pertanyaan, menjadi AI yang mengejarkan tugas.