AI
Kamis, 16 Oktober 2025 09:02 WIB

Penelitian AI Cisco: Mayoritas perusahaan yang siap manfaatkan AI unggul

Laporan Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan satu kebenaran tegas: organisasi yang benar-benar siap memanfaatkan AI mendapatkan nilai nyata lebih cepat dan lebih besar.
Ilustrasi

Laporan Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan satu kebenaran tegas: organisasi yang benar-benar siap memanfaatkan AI mendapatkan nilai nyata lebih cepat dan lebih besar. Studi global yang melibatkan lebih dari 8.000 pemimpin AI mengidentifikasi kelompok “Pacesetters” yang konsisten unggul, termasuk 23% perusahaan di Indonesia yang menonjol dalam mengubah uji coba AI menjadi implementasi produksi dan melaporkan dampak terukur secara lebih sering.

Pacesetters menempatkan AI sebagai bagian inti strategi bisnis. Mereka memiliki peta jalan AI yang jelas, rencana manajemen perubahan, serta anggaran yang disesuaikan dengan tujuan strategis. Hasilnya adalah kapasitas untuk membawa proyek dari pilot ke produksi: Pacesetters tiga kali lebih mungkin mencapai tahap produksi dan 20% lebih mungkin melihat nilai terukur dibandingkan rekan mereka.

Pacesetters juga membangun infrastruktur yang dirancang untuk skala AI. Mereka mendesain jaringan fleksibel yang dapat diskalakan dan berinvestasi pada pusat data baru. Perbedaan kesiapan infrastruktur terlihat nyata: sebagian besar Pacesetters telah menata jaringan dan kapasitas komputasi untuk menghadapi kompleksitas AI, sedangkan banyak organisasi lain masih berjuang memenuhi kebutuhan GPU, centralisasi data, dan elastisitas jaringan.

Laporan menyoroti ledakan ambisi agen AI di Indonesia. Sebanyak 97% organisasi berencana menerapkan agen AI dan hampir separuh mengharapkan agen tersebut bekerja berdampingan dengan karyawan dalam setahun ke depan. Ambisi ini membuka peluang besar sekaligus menyingkap kelemahan operasional: banyak perusahaan belum memiliki fondasi jaringan, keamanan, atau tata kelola yang memadai untuk menahan beban kerja dan risiko yang meningkat.

AI Infrastructure Debt muncul sebagai peringatan kritis. Konsep ini menggambarkan akumulasi kompromi teknis dan penundaan upgrade yang lama-kelamaan menggerus nilai AI. Tanda bahaya termasuk proyeksi beban kerja meningkat drastis, kesulitan memusatkan data, kapasitas GPU yang terbatas, dan kemampuan deteksi ancaman AI yang belum memadai.

Kesimpulannya, nilai mengikuti kesiapan. Organisasi yang ingin memanen keuntungan AI harus menggabungkan visi strategis dengan investasi disiplin pada jaringan, keamanan, tata kelola, dan kapasitas komputasi. Langkah-langkah konkret dan berkelanjutan akan membedakan pemenang di era AI yang semakin cepat dan agentik. Kontak media untuk informasi lebih lanjut tersedia dari tim komunikasi Cisco.