AI
Senin, 20 April 2026 16:02 WIB

Peneliti berhasil buat AI yang bisa "baca pikiran" manusia

Para peneliti di Korea Selatan berhasil mengembangkan teknologi AI yang bisa baca pikiran manusia lewat gerakan otot leher.

Peneliti dari Pohang University of Science and Technology POSTECH berhasil mengembangkan teknologi perangkat sandang terobosan baru. Perangkat ini mampu mengubah ucapan tanpa suara menjadi suara yang dapat didengar secara jelas hanya dengan membaca gerakan halus pada otot leher pengguna.

Sebuah revolusi di bidang AI

Inovasi ini membuka jalur komunikasi baru bagi pasien yang kehilangan kemampuan bicara akibat kerusakan pita suara atau pascaoperasi. Teknologi ini juga sangat berguna untuk memfasilitasi komunikasi senyap di tempat yang membutuhkan ketenangan tinggi maupun di lingkungan industri bising yang membuat mikrofon konvensional tidak berfungsi optimal.

Apa saja detailnya?

  • Sensor Pemetaan Regangan: Perangkat ini memadukan kamera mini dan silikon fleksibel dengan penanda referensi untuk mendeteksi perubahan bentuk kulit sekecil apa pun di area leher saat seseorang mencoba berbicara.
  • Sintesis Kecerdasan Buatan: Data gerakan otot kemudian diproses menggunakan kecerdasan buatan untuk merekonstruksi susunan kata. Sistem ini mampu menyintesis ucapan yang terdengar sangat mirip dengan profil vokal asli milik pengguna.
  • Desain Praktis: Pendekatan baru ini jauh lebih ringan dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian jika dibandingkan dengan metode pemulihan suara tradisional yang sering kali mengandalkan peralatan medis berukuran besar.

Pax insight

Para peneliti kini berfokus menyempurnakan teknologi tersebut agar dapat diterapkan secara luas dengan bahasa yang lebih beragam. Kehadiran inovasi ini menandai pergeseran besar menuju era interaksi manusia dan kecerdasan buatan yang lebih intuitif di mana kata yang tak terucapkan pun akhirnya dapat diutarakan.