AI
Selasa, 14 Oktober 2025 19:03 WIB

OpenAI bebas hapus data ChatGPT kecuali beberapa kasus

OpenAI kini tidak lagi diwajibkan menyimpan seluruh catatan percakapan ChatGPT secara tak terbatas.
Sumber: Reuters

OpenAI kini tidak lagi diwajibkan menyimpan seluruh catatan percakapan ChatGPT secara tak terbatas, kecuali untuk kasus tertentu. Keputusan ini tertuang dalam perintah pengadilan baru yang dikeluarkan pada 9 Oktober oleh hakim federal Ona T. Wang.

Dilansir dari Engadget, awal kasus berawal pada akhir 2023, saat surat kabar The New York Times menggugat OpenAI atas dugaan pelanggaran hak cipta. Mereka menuduh OpenAI menggunakan konten bersaham intelektual milik surat kabar tersebut untuk melatih model kecerdasan buatannya tanpa kompensasi. Pada Mei tahun ini, pengadilan memerintahkan OpenAI menahan semua log percakapan agar bisa diperiksa lebih lanjut terkait klaim pelanggaran.

OpenAI kemudian mengajukan banding, menyebut perintah tersebut berlebihan dan mengancam privasi pengguna. Dalam putusan terbaru, hakim Wang mencabut kewajiban menyimpan semua log sejak 26 September, namun masih mengharuskan OpenAI menyimpan data yang sudah ditahan sebelumnya. Selain itu, OpenAI harus mempertahankan data percakapan akun yang telah ditandai oleh The New York Times.

Ke depan, The New York Times dipersilakan menambah jumlah akun yang akan diaudit dari data yang tersimpan. Artinya, meski OpenAI dibebaskan atas sebagian besar catatan, data terkait akun tertentu masih akan terlacak hingga proses hukum selesai.

Keputusan ini menjadi titik tengah antara kepentingan penyelidikan hukum dan perlindungan privasi pengguna. OpenAI kini dapat menghapus sebagian besar log percakapan sesuai kebijakan privasi mereka, kecuali untuk data yang masih terkait sengketa hak cipta. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga efisiensi penyimpanan dan keamanan data, sambil tetap memenuhi ketentuan pengadilan untuk kasus spesifik.