AI
Kamis, 5 Maret 2026 19:01 WIB

Meta masuk arena AI Shopping, saingi Google

Meta mulai uji tombol Shopping Research di Meta AI web, dorong AI jadi perantara baru pencarian produk online.
Ilustrasi

Meta mengkonfirmasi tengah melakukan pengujian AI melalui fitur baru di Meta AI versi web. Fitur ini muncul di browser desktop ketika pengguna terpilih mengakses Meta AI, ditandai dengan tombol “Shopping research” di dalam kotak pencarian. Namun, Meta masih belum mengungkap jadwal peluncuran globalnya.

Kenapa ini penting?

Fitur seperti ini bisa mengubah cara orang berbelanja online. Alih-alih membuka banyak tab dan membandingkan harga secara manual, pengguna cukup berdialog dengan AI untuk menyaring opsi.

Jika nantinya Meta mengintegrasikan pembayaran langsung atau fitur check-out native, dampaknya bisa lebih besar lagi, akan menggeser peran marketplace tradisional sebagai titik awal pencarian produk.

Gambaran cara kerja Shopping Research

Fitur ini dirancang untuk membuat proses riset belanja lebih interaktif langsung di dalam chatbot. Berikut gambaran cara kerjanya:

  • Saat pengguna meminta rekomendasi produk, Meta AI menampilkan carousel berisi gambar dan harga.
  • Tersedia tautan langsung ke situs e-commerce lengkap dengan informasi merek.
  • Meta AI memberikan alasan singkat mengapa produk tersebut direkomendasikan.
  • Jika sistem memiliki akses ke data seperti gender dan lokasi, hasilnya bisa dipersonalisasi.

Meta masuk area AI Shopping 

Langkah ini sebenarnya sudah diprediksi. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya memberi sinyal tentang peluncuran agentic shopping tools dalam earnings call awal tahun. Namun Meta bukan yang pertama. Beberapa pemain AI sudah lebih dulu bergerak:

  • OpenAI menghadirkan asisten belanja untuk ChatGPT menjelang Black Friday.
  • Google meluncurkan fitur belanja di Google Gemini.
  • Perplexity AI juga merilis asisten belanja berbasis AI.

Artinya, Meta tidak ingin tertinggal dalam monetisasi AI. Dengan basis pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang besar, integrasi AI shopping berpotensi menjadi mesin iklan dan komisi baru.

Pax Insight 

Meta sedang membangun fondasi e-commerce berbasis percakapan. Saat ini memang masih sebatas rekomendasi dengan tautan keluar, tetapi arah strateginya jelas: menjadikan AI sebagai perantara utama antara pengguna dan brand.