AI
Rabu, 19 November 2025 17:04 WIB

Jeff Bezos siap pimpin startup AI Project Prometheus

Jeff Bezos akan memimpin startup AI baru yang disebut Project Prometheus.
Sumber: Wired

Jeff Bezos akan memimpin startup AI baru yang disebut Project Prometheus, yang berfokus pada bidang luar angkasa dan rekayasa. Perusahaan, yang belum dibuat publik, akan dilaporkan memiliki pendanaan USD 6,2 miliar (Rp 102,7 triliun). Sebagian dari jumlah tersebut akan berasal dari Bezos, yang akan bertindak sebagai co-CEO.​

Dilansir dari Engadget, Project Prometheus berfokus pada pembuatan sistem AI yang mendapatkan pengetahuan dari dunia fisik, bukan hanya memproses informasi digital seperti chatbot AI. Khususnya, perusahaan akan mengeksplorasi bagaimana AI dapat mendukung rekayasa dan manufaktur di bidang-bidang seperti kendaraan dan teknologi luar angkasa.

Bezos mendirikan perusahaan teknologi luar angkasa Blue Origin lebih dari dua dekade lalu. Roket New Glenn perusahaan itu berhasil melakukan penerbangan kedua minggu lalu.​

Dia bergabung dengan Vik Bajaj sebagai co-founder dan co-CEO. Bajaj adalah seorang fisikawan dan kimiawan yang bekerja pada proyek di Google X termasuk Wing dan apa yang menjadi Waymo. Pada 2018, dia mendirikan Foresite Labs, yang mendukung para pengusaha di bidang AI dan ilmu data. Bajaj masih terdaftar sebagai CEO Foresite Labs di situs web perusahaan dan halaman LinkedIn-nya, yang juga menunjukkan jabatan barunya di Project Prometheus.​

Di halaman LinkedIn yang masih kosong, ringkasan Project Prometheus hanya menyatakan "AI untuk ekonomi fisik." Ini menunjukkan fokus yang sempit namun jelas pada penerapan AI ke dunia material. Perusahaan juga terdaftar sebagai perusahaan "Teknologi, Informasi dan Internet" dengan 51-200 karyawan.​

Project Prometheus telah merekrut hampir 100 orang, dengan beberapa karyawan berasal dari perusahaan AI rekan seperti OpenAI dan DeepMind. Pengumpulan talenta ini menunjukkan ambisi Bezos untuk membangun tim yang kuat dan berpengalaman.​

Lokasi Project Prometheus adalah San Francisco, London, dan Zurich, menunjukkan pendekatan global terhadap pengembangan teknologi. Pemilihan lokasi ini strategis untuk mengakses talenta dan pasar di berbagai belahan dunia.​

Investasi besar-besaran dan fokus pada AI untuk aplikasi fisik menunjukkan bahwa Bezos percaya bahwa masa depan AI tidak hanya terletak pada pemrosesan bahasa, tetapi juga pada kemampuan untuk berinteraksi dengan dan memahami dunia fisik. Ini membedakan Project Prometheus dari banyak startup AI lainnya yang fokus pada chatbot dan pemrosesan teks.​