AI
Senin, 10 November 2025 19:14 WIB

Igloo geser Asurtech ke Era AI 2026

Igloo mempercepat transformasi digitalnya dengan menempatkan kecerdasan buatan sebagai inti operasi dan strategi bisnis.
Ilustrasi

Igloo mempercepat transformasi digitalnya dengan menempatkan kecerdasan buatan sebagai inti operasi dan strategi bisnis, menargetkan status perusahaan berbasis AI penuh pada 2026. Langkah ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pertumbuhan mitra asuransi, dan mengatasi rendahnya penetrasi serta literasi asuransi di Asia Tenggara.

Sejak awal tahun, Igloo telah mengimplementasikan serangkaian solusi AI yang menjangkau seluruh rantai nilai layanan: dari konfigurasi produk, distribusi, hingga operasi klaim. Beberapa fitur kunci meliputi rekomendasi produk berbasis AI yang menyesuaikan tawaran menurut profil dan riwayat konsumen; AI Claims Assistant yang memungkinkan inisiasi klaim instan; serta AI Sales Admin Chatbot yang membantu agen membuat penawaran personal, menerima pembayaran, dan menerbitkan polis secara real-time.

Hasil awal menunjukkan dampak nyata: di Indonesia, penerapan rekomendasi AI mampu menurunkan tingkat pembatalan pembelian hingga 25%, 70% pelanggan menerima produk yang direkomendasikan AI, dan terjadi kenaikan 2,2 kali lipat dalam pembelian produk tambahan. Untuk klaim, otomatisasi AI memangkas waktu respons pertama dari tiga hari menjadi sekitar satu menit dan meningkatkan akurasi ajudikasi sampai 98% sambil mengurangi beban proses manual hingga 70%.

Igloo juga berencana memperluas solusi AI ke fungsi pemasaran dan keuangan guna menutup semua celah nilai asuransi. Kinerja komersial perusahaan tercermin pada Net Dollar Retention (NDR) sebesar 200% dan target titik impas EBITDA pada 2026, menunjukkan model bisnis yang mampu menghasilkan nilai berkelanjutan bagi mitra.

Menurut CEO Raunak Mehta, keunggulan Igloo terletak pada jangkauan regional dan pengalaman kolaborasi lintas vertikal, yang memposisikan perusahaan untuk mengembangkan model AI praktis bagi lembaga asuransi yang masih bergantung pada infrastruktur lama. Dengan strategi ini, Igloo berharap memperluas akses asuransi yang lebih cepat, personal, dan efisien di seluruh Asia Tenggara.