AI
Selasa, 18 November 2025 17:25 WIB

Grokipedia project AI Elon Musk dikecam sumber tidak akurat

Grokipedia, ensiklopedia AI Elon Musk, disorot studi Cornell Tech karena banyak ngutip sumber nggak terpercaya dan copy-paste dari Wikipedia.

Grokipedia, proyek ensiklopedia berbasis AI yang digagas oleh Elon Musk, kembali jadi sorotan setelah sebuah studi baru mengungkap masalah serius soal keakuratan sumbernya. Platform yang dikembangkan oleh xAI ini awalnya diharapkan jadi pesaing Wikipedia, tapi sayangnya justru menimbulkan kekhawatiran besar tentang kualitas informasinya. 

Dilansir dari laman Digitaltrends (18/11), sebuah studi dari peneliti Cornell Tech menemukan banyak artikel Grokipedia yang mengutip sumber tidak terpercaya dan cenderung bias. Bahkan, ada beberapa konten yang diduga menyalin langsung teks dari Wikipedia tapi menambahkan referensi yang sebelumnya sudah masuk daftar hitam di platform tersebut. 

Temuan paling mencolok, adanya entri terkait teori konspirasi “Clinton body count” yang mencantumkan InfoWars sebagai sumber rujukan. Sumber ini sudah lama dikenal sering menyebarkan informasi keliru, sehingga jelas ini memicu keraguan besar terhadap standar editorial yang dimiliki Grokipedia. 

Peneliti juga mencatat bahwa artikel yang bukan hasil salinan dari Wikipedia ternyata tiga kali lebih sering memakai sumber yang tidak valid. Bahkan, beberapa di antaranya tercatat 13 kali lebih mungkin memuat referensi dari situs yang sudah diblokir karena ketidakakuratan informasinya. 

Situasi seperti ini jelas mengkhawatirkan, karena platform AI seperti Grokipedia punya kemampuan menyebarkan informasi palsu ke jutaan orang dalam waktu singkat. Risiko menyebarkan konten yang mengandung konspirasi bisa meningkat drastis jika tidak ada proses kurasi atau editor manusia yang mengawasi.

Di tengah derasnya kritik, Musk mengumumkan rencana untuk me-rebranding Grokipedia menjadi “Encyclopedia Galactica”. Meskipun perubahan nama mungkin bisa mengubah kualitasnya nanti, ia menyebut proyek ini sebagai versi fiksi ilmiah dari Library of Alexandria. 

Sementara itu, Wikimedia Foundation menyatakan bahwa model komunitas terbuka seperti Wikipedia masih merupakan metode yang paling transparan dan terpercaya. Mereka menekankan pentingnya verifikasi publik untuk memastikan data tetap akurat, terutama di era kecerdasan buatan seperti sekarang ini.

Pax Insight 
Isu Grokipedia ini jadi pengingat yang penting banget bahwa akurasi informasi digital makin krusial, apalagi di era banjir konten AI. Indonesia sendiri masih berjuang melawan hoaks yang cepat menyebar di media sosial, jadi standar kualitas sumber jelas akan makin penting kedepannya. Teknologi AI bisa membantu, tapi tetap butuh kurasi dan sentuhan manusia agar informasi yang beredar tetap sehat dan terpercaya.