Google resmi meluncurkan Universal Commerce Protocol (UCP) sebagai standar terbuka baru untuk mendukung ekosistem belanja masa depan yang disebut agentic commerce. Protokol ini dirancang untuk menggabungkan agen AI dengan platform e-commerce agar proses transaksi menjadi lebih otomatis dan minim hambatan.
Pengguna kini dapat melakukan checkout secara langsung dalam fitur AI Mode Google Search dengan UCP tanpa meninggalkan halaman. Sistem ini mendukung pembayaran melalui Google Pay dan segera mengintegrasikan layanan poin loyalitas untuk pengguna AS, seperti dilaporkan Engadget (12/01).
Bagi para penjual, Google menawarkan Business Agent, asisten virtual berbasis AI yang dapat mengikuti identitas merek dan menjawab pertanyaan pelanggan dalam berbagai gaya bahasa. Mitra besar seperti Reebok dan Poshmark telah mulai menguji fitur ini untuk meningkatkan interaksi langsung dengan calon pembeli.
Google juga memperkenalkan fitur Direct Offers, yang memungkinkan merek menampilkan iklan eksklusif untuk pelanggan yang terdeteksi yang siap untuk membeli. Untuk mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian secara real-time, penawaran khusus ini akan terintegrasi langsung dengan sistem iklan dalam Mode AI.
Struktur UCP bertujuan untuk menyatukan peritel, penyedia sistem pembayaran, dan mesin pencari dalam satu ekosistem belanja yang lengkap dari awal hingga akhir. Sekarang agen AI dapat menjalankan seluruh rangkaian proses, mulai dari pemilihan produk hingga dukungan purna jual.
Framework ini dikembangkan dengan dukungan pemain besar industri seperti Shopify, Walmart, hingga penyedia layanan keuangan global seperti Visa dan Stripe. Kolaborasi luas ini memastikan UCP kompatibel dengan berbagai protokol pembayaran internasional yang sudah ada saat ini.
Pax Insight
Langkah Google merilis UCP menandakan pergeseran besar di mana AI tidak lagi sekadar pemberi saran, melainkan eksekutor transaksi yang sah. Jika integrasi dengan metode pembayaran lokal dan perlindungan data pelanggan tetap menjadi prioritas utama, teknologi ini memiliki potensi untuk memangkas proses belanja yang panjang di pasar di Indonesia.



