AI
Senin, 15 September 2025 08:21 WIB

Google digugat karena AI Overviews

Penske menuduh Google menyalahgunakan monopoli search 90% untuk memaksa publisher memberikan konten gratis bagi sistem AI.

Penske Media Corporation (PMC), pemilik Rolling Stone, Variety, Billboard, dan The Hollywood Reporter, menjadi penerbit besar AS pertama yang menggugat Google atas fitur AI Overviews. Gugatan yang diajukan 13 September 2025 di Pengadilan Federal Washington DC ini menuduh Google menggunakan konten jurnalistik tanpa izin dan mengurangi traffic website yang merugikan pendapatan iklan serta afiliasi.

Dalam gugatan 101 halaman tersebut, Penske menuduh Google menyalahgunakan monopoli search 90% untuk memaksa publisher memberikan konten gratis bagi sistem AI, sebagaimana dilansir dari Engadget. Google hanya menampilkan situs publisher di hasil pencarian jika mereka mengizinkan artikelnya digunakan dalam AI summaries, praktik yang disebut "reciprocal dealing" melanggar Sherman Act.

"Google sekarang mewajibkan publisher juga menyediakan konten untuk keperluan lain yang merugikan atau mencegah referral search," tulis gugatan. Publisher menghadapi "Hobson's choice" antara mengizinkan Google menggunakan konten mereka untuk AI atau kehilangan visibilitas search sama sekali.

PMC melaporkan bahwa 20% pencarian Google yang mengarah ke situsnya kini menampilkan AI Overviews, persentase yang terus meningkat. Akibatnya, pendapatan afiliasi turun lebih dari sepertiga dari puncaknya hingga akhir 2024. Penelitian Ahrefs menunjukkan AI Overviews mengurangi click rate hingga 34,5% untuk hasil organik teratas.

"Lebih banyak pengunjung berarti lebih banyak iklan dan pendapatan yang lebih tinggi. Lebih sedikit pengunjung berarti revenue yang lebih rendah," kata gugatan. PMC menghasilkan pendapatan melalui iklan display, komisi afiliasi, dan biaya berlangganan yang semuanya bergantung pada traffic website.

Gugatan menjelaskan secara teknis bagaimana Google mengoperasikan sistem Retrieval Augmented Generation (RAG) yang menggabungkan prompt user dengan konten yang disalin dari index search untuk menghasilkan respons bahasa alami. Dataset C4 Google yang merupakan versi filter Common Crawl mencakup 12,5% data training model LaMDA.

Penelitian Ziff Davis menemukan domain Penske termasuk dalam publisher berita dan media terbesar yang terwakili dalam dataset C4 Google. Sistem ini memungkinkan Google "membangun dan memasarkan fitur AI" yang didukung oleh jurnalisme pihak ketiga tanpa kompensasi adil.