AI
Sabtu, 24 Januari 2026 13:47 WIB

Data Samsung: 87% pengguna flagship kini bergantung pada Galaxy AI

Samsung Electronics Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat penggunaan fitur Galaxy AI di perangkat flagship melonjak drastis pada tahun 2025.

Samsung Electronics Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat penggunaan fitur Galaxy AI di perangkat flagship melonjak drastis pada tahun 2025. Angkanya mencapai 86,9%, naik signifikan dari 71,6% di tahun sebelumnya.

Kenapa penting: Data ini menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik besar. AI di ponsel tidak lagi dianggap sekadar fitur tambahan yang keren, melainkan sudah menjadi kebutuhan harian. Hampir 9 dari 10 pengguna kini benar-benar mengandalkan AI untuk produktivitas maupun kreativitas, bukan sekadar mencoba-coba.

Angka-angka utama: Laporan Samsung menunjukkan fitur yang paling sering dipakai oleh pengguna flagship:

  • 76%: Memanfaatkan Circle to Search with Google, menjadikannya fitur paling populer untuk pencarian informasi instan.
  • 20,5%: Menggunakan Photo Assist untuk penyempurnaan foto otomatis.
  • 19%: Memakai Generative Edit untuk memanipulasi objek dalam foto tanpa perlu keahlian desain grafis.

Cara kerja: Samsung membagi pemanfaatan AI ke dalam dua pilar utama:

  • Produktivitas: Fitur seperti Live Translate dan Transcript Assist membantu mengatasi hambatan bahasa dan menyederhanakan pencatatan rapat. Ada juga Now Brief yang secara proaktif membantu manajemen jadwal harian.
  • Kreativitas: Hambatan teknis dalam pembuatan konten diturunkan lewat Audio Eraser (untuk menghapus suara bising) dan alat penyuntingan generatif, sehingga pengguna awam bisa menghasilkan karya visual dengan kualitas profesional.

Apa kata Samsung:
“Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9% menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna,” kata Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Langkah berikutnya: Samsung berencana mengembangkan AI yang lebih peka konteks. Artinya, AI akan semakin memahami kebiasaan spesifik pengguna dan memberikan rekomendasi yang lebih personal. Dengan arah ini, Galaxy AI bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi akan menjadi mitra cerdas yang benar-benar menyatu dengan rutinitas harian pengguna.

Pax Insight

Konsumen Indonesia semakin pragmatis. Mereka tidak lagi mencari AI hanya untuk hiburan, melainkan sebagai asisten digital yang mampu memangkas waktu kerja sekaligus meningkatkan kualitas hasil kreatif secara instan. Galaxy AI kini dipandang sebagai bagian integral dari pengalaman menggunakan smartphone flagship.