AI
Jumat, 21 November 2025 13:29 WIB

Comet AI Browser Perplexity kini tersedia di Android

Perplexity resmi merilis Comet browser berbasis AI di Android, lengkap dengan fitur asisten dan rangkuman pencarian bawaan.

Perplexity resmi merilis Comet, browser berbasis AI, untuk pengguna Android lewat Google Play Store. Sebelumnya, Comet hanya bisa dipakai oleh pelanggan Pro yang harganya $200 per bulan. Kini, browser ini bisa dinikmati lebih banyak orang. 

Kini, Comet tersedia gratis di Android dan membawa sebagian besar fitur versi desktop. Pengguna bisa mengakses asisten AI bawaan yang dapat merangkum hasil pencarian, asisten ini juga siap menerima perintah suara untuk mempermudah navigasi.

Dilansir dari laman Engadget (21/11), Perplexity menyebut Comet sebagai bagian dari strategi untuk mengumpulkan data pengguna. Data ini dipakai agar iklan bisa ditargetkan lebih tepat. Pendekatan ini juga mulai diikuti oleh berbagai perusahaan AI lainnya. 

Perusahaan teknologi besar turut berlomba memasukkan fitur AI langsung ke dalam pengalaman browsing. Namun, langkah tersebut memunculkan kekhawatiran dari beberapa pihak, termasuk Amazon yang menyoroti penggunaan AI dalam aktivitas belanja. 

Di sisi lain, pakar keamanan memperingatkan integrasi AI di browser bisa membuka celah baru bagi scammer. Mekanisme rekomendasi otomatis berpotensi dimanfaatkan untuk memancing pengguna ke situs palsu. 

Meskipun begitu, Perplexity tetap melanjutkan ekspansi Comet ke platform lain. Mereka ingin menghadirkan pengalaman browsing yang lebih cepat dan lebih informatif. Versi Android ini menjadi langkah penting setelah peluncuran awal ke pengguna desktop bulan lalu. 

Pax Insight 

Kehadiran Comet di Android bikin pengguna semakin akrab dengan browser berfitur AI. Melalui fitur rangkuman otomatis dan pencarian berbasis suara bisa sangat membantu pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kreatif untuk mempercepat riset sehari-hari. Namun, perkembangan browser AI yang mengumpulkan data dalam jumlah besar tetap perlu diperhatikan. Terlebih Indonesia adalah pasar internet yang besar, sehingga edukasi soal privasi dan keamanan digital semakin penting di tengah tren penggunaan AI yang makin masif.