Bagi kalian yang sering bekerja bersama tim dan selalu membagikan pekerjaan ke beberapa orang, ada kabar gembira nih, terutama bagi pengguna ChatGPT. Soalnya, setelah sekian lama melakukan pengujian, OpenAI mengumumkan peluncuran fitur Group Chats di ChatGPT.
Fitur ini akan tersedia untuk "semua pengguna yang masuk ke akun ChatGPT Free, Go, Plus, dan Pro secara global selama beberapa hari ke depan". Sebelumnya, perusahaan ini mulai menguji cara untuk berkolaborasi langsung di dalam ChatGPT sekitar seminggu yang lalu di beberapa negara seperti Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan.
Kolaborasi Gak Ribet: Nge-prompt Bareng Hingga 20 Peserta
Begitu kamu memulai chat di ChatGPT, kamu bisa mengundang orang lain untuk bergabung dalam group chat tersebut, dengan batas hingga 20 orang dalam satu chat. Undangan bisa dilakukan melalui akun ChatGPT mereka yang sudah ada, atau akun yang mereka buat setelah mengklik link undangan.
Ini memungkinkan tim, teman, atau kelompok belajar untuk berkolaborasi dalam prompting secara real-time, menghasilkan ide, atau memecahkan masalah bersama-sama, membuat workflow jadi lebih efisien.
Meskipun memungkinkan kolaborasi, seperti dilansir dari laman resmi OpenAI (21/11), fitur group chat ini sengaja dibuat terbatas. OpenAI menekankan bahwa konten group chat gak disimpan dalam memori ChatGPT. Ini merupakan langkah yang bijak untuk menjaga privasi dan menghindari data obrolan yang sensitif atau kasual memengaruhi respons chatbot di masa mendatang. Selain itu, siapa pun (kecuali pembuat chat) dapat dikeluarkan dari chat oleh siapa pun di grup, memberikan kontrol yang fleksibel kepada pengguna.
Didesain Menyerupai Aplikasi Perpesanan
Meskipun OpenAI dilaporkan sempat mengerjakan media sosial berbasis teks yang disebut-sebut sebagai pesaing X pada bulan April (dimana belum terwujud), perusahaan ini terus menjajaki fitur sosial dengan cara lain. Peluncuran fitur group chat ini mungkin gak akan menggantikan aplikasi chatting khusus seperti Messenger.
Namun, fitur ini menawarkan pengalaman AI messaging serupa dengan apa yang sedang dikembangkan Meta di Instagram, bedanya ChatGPT menggunakan chatbot yang disukai banyak orang.
Selain fitur group chat, OpenAI sebelumnya telah meluncurkan aplikasi Sora pada bulan September. Aplikasi ini bersaing langsung dengan TikTok dalam hal bentuk dan kemampuannya untuk menyediakan hiburan pasif (melalui video yang dihasilkan AI). P
enambahan group chat di ChatGPT semakin memperjelas bahwa OpenAI, meskipun berfokus pada AI generatif, nggak mau ketinggalan trend untuk mengintegrasikan social features guna meningkatkan interaksi dan engagement pengguna di platform mereka.
Implementasi group chat ini memiliki manfaat signifikan, terutama di sektor edukasi dan bisnis. Mahasiswa dapat bekerja sama membuat outline tugas atau merangkum materi kuliah. Tim kerja dapat langsung berdiskusi dan menguji berbagai prompt untuk analisis data atau penyusunan dokumen. Dengan adanya fitur reaksi terhadap pesan, interaksi dalam group chat terasa lebih dinamis dan gak cuma sekadar tanya-jawab ke AI.
Pax Insight
Menurut pandangan tim Pax.id, peluncuran group chat ini bertujuan meningkatkan engagement pengguna dan memperluas kegunaan ChatGPT dari tool personal menjadi tool kolaboratif. Dengan ketersediaan untuk semua paket, termasuk Free, OpenAI memastikan bahwa manfaat kolaborasi dengan AI dapat dirasakan oleh basis pengguna terluas mereka.



