AI
Selasa, 30 Juni 2026 08:05 WIB

Cara manfaatkan AI untuk cek hoaks di grup WA keluarga

Grup obrolan keluarga kerapkali jadi ajang berbagi informasi terkini, tapi tak jarang juga info yang dibagikan ternyata hoaks. Bagaimana cara cek hoaks di grup keluarga pakai AI?

Grup obrolan keluarga kerapkali jadi ajang berbagi informasi terkini, tapi tak jarang juga info yang dibagikan ternyata hoaks. Bagaimana cara cek hoaks di grup keluarga pakai AI?

Pernahkah Anda menerima kiriman foto orang terkenal dengan narasi yang begitu bombastis di grup WhatsApp keluarga? Atau informasi video pendek yang narasinya terkesan janggal? Nah, bisa jadi itu adalah hoaks yang menyebar di grup-grup WhatsApp keluarga. 

Masalahnya, hoaks terus berkembang dan menyebar dengan cepat. Apalagi di era kecerdasan buatan, membuat foto dan video manipulasi (deepfake) kini hanya butuh hitungan detik. 

Kabar baiknya, teknologi AI dan mesin pencari bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kebenaran sebuah informasi yang terkesan janggal. 

Mengapa ini penting?

  • Faktanya, manipulasi digital jauh lebih berbahaya dibandingkan hoaks teks. Alasan pertama, ketika hoaks dibungkus dalam bentuk foto dan video yang terlihat nyata, daya rusaknya berlipat ganda. 
  • Pelaku hoaks kerap memanfaatkan orang tua yang lebih mudah percaya pada informasi berbau agama, kesehatan, serta keselamatan publik. Para orang tua ini secara tak sadar dijadikan alat menyebarkan kepanikan. 
  • Kasus manipulasi deepfake punya akibat serius, dari rusaknya reputasi, sampai kerugian finansial. 

Cara pakai AI untuk cek hoaks

Melihat begitu bahayanya deepfake dan penyebaran hoaks, berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan sebagai kaum melek AI, untuk mengecek hoaks di grup WhatsApp keluarga. 

Deteksi foto manipulasi AI

Hasil foto generate AI kadang terlihat begitu mulus, namun selalu ada hal yang cacat dalam manipulasi foto oleh AI. Ada beberapa hal yang dapat dipakai mendeteksi kecacatan foto ini. 

Gunakan fitur about this image di Google Search

  • Kalau Anda menemukan foto mencurigakan yang dikirim di grup WhatsApp keluarga, simpan foto tersebut lalu unggah ke Google Lens (ikon kamera di kolom pencarian Google). 
  • Klik opsi “About this image”. 
  • Selanjutnya, Google akan menunjukkan kapan foto tersebut pertama muncul di internet dan apakah foto pernah dimuat oleh situs berita kredibel. 

Periksa “hal gagal” khas AI

  • AI generatif memang canggih, namun, AI kerap gagal dalam meng-generate detail kecil. 
  • Anda bisa zoom foto tersebut dan memeriksa bagian-bagian seperti tangan dan jari, apa jumlahnya pas? Bagaimana bentuk kukunya apakah terlihat aneh? 
  • Lalu bagian Aksesori: Antingnya mungkin tidak simetris antara kiri dan kanan, kacamata yang gagangnya menyatu dengan kulit atau tidak simetris, hingga bentuk kerah baju yang tidak konsisten. 

Teks di latar belakang

AI pembuat gambar kerap memunculkan teks yang buram, hurufnya terbalik, atau bahasa yang tidak dapat terbaca. 

Manfaatkan Gemini dan AI Detector gratis

Gemini bisa dimanfaatkan untuk mengenali foto, video, atau audio rekaan AI, terutama konten AI yang dibuat dengan model AI Google. Pasalnya konten-konten AI besutan Google telah memiliki watermark dari SynthID. 
Foto mencurigakan juga bisa dicek keasliannya melalui situs pendeteksi gambar AI, misalnya Hive Moderation atau Illuminaty. Tools ini memberikan persentase kemungkinan foto buatan manusia atau mesin. 

Cara verifikasi berita hoaks 

Kata-kata “Info A1” biasanya dipakai di grup WhatsApp keluarga untuk menyebarkan informasi, seolah infonya benar-benar legit. Padahal, kebenaran informasi tersebut dapat dicek. Caranya:

  • Jangan copas seluruh teks panjang, namun ambil 3-4 kata kunci utama dari berita tersebut, lalu ketik di Google Search dengan menambahkan kata “cek fakta” atau “hoax” di belakangnya. 
  • Misalnya, bencana alam di Jakarta hari ini cek fakta. Kalau berita itu hoaks, Google biasanya langsung menampilkan artikel dari media kredibel, misalnya kanal Cek Fakta media nasional yang sudah men-debunk-nya. 
  • Pakai chatbot AI untuk mengecek kebenaran, misalnya dengan ChatGPT, Gemini, atau Perplexity. Pakai prompt: “Saya mendapat pesan ini dari grup WhatsApp keluarga: paste pesan tersebut. Apakah informasi ini valid atau hoaks? Beri sumber kredibel jika ada. AI pun akan merangkum situasi dan memberi tahu di mana letak kesalahan informasi tersebut. 

Bagaimana meluruskan hoaks yang disebar di grup keluarga?

Kalau hasil pengecekan sudah diketahui bahwa informasi yang dibagikan oleh tante atau saudara Anda adalah hoaks, tantangan beratnya adalah memberi tahu keluarga kalau itu hoaks, tanpa membuat orang yang lebih tua merasa digurui. 

  • Jangan langsung bilang “Ini hoaks!” tapi coba pakai bahasa halus. 
  • Kirimkan bukti screenshot temuan kalau informasi yang dikirimkan hoaks. Orang tua biasanya lebih percaya bukti, jadi kirimkan screenshot dari media yang terpercaya yang menyatakan informasi tersebut salah. 

Pax Insight

Modal skeptis ditambah memanfaatkan teknologi AI secara tepat bisa membantu menghindarkan keluarga besar dari sasaran hoaks. 

Pastikan sebelum membagikan informasi selalu mengecek ulang apakah informasi, foto, atau video yang dibagikan valid alias bukan hoaks.