AI
Rabu, 22 Oktober 2025 08:03 WIB

Lintasarta umumkan 10 startup terbaik semesta AI 2025

Lintasarta mengumumkan 10 startup terbaik program akselerator Semesta AI 2025 hasil kolaborasi dengan NVIDIA dan KUMPUL. Para pemenang akan didukung GPU Merdeka.

Lintasarta, yang kini berperan sebagai AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), baru saja membuat pengumuman penting di Jakarta. Dalam acara Pitch Day Semesta AI 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian KUMPUL Connect for Change (C4C) Summit 2025, mereka secara resmi mengumumkan 10 startup terbaik dari program akselerator Semesta AI 2025.

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Lintasarta, NVIDIA, dan KUMPUL, menandai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial (AI) nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh Dandy Yudha Feryawan, Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif RI, yang memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, Semesta AI adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi AI yang inklusif dan produktif. Dandy menekankan bahwa AI bukan sekadar teknologi pelengkap, melainkan kekuatan strategis yang dapat menciptakan efisiensi, inovasi, dan daya saing bagi semua pelaku industri, termasuk sektor kreatif.

Dari 155 Pendaftar, Terpilih 10 Solusi Paling Berdampak

Sejak dibuka akhir 2024, program Semesta AI menarik minat 155 startup dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan mentoring intensif, terpilihlah 10 startup terbaik yang dinilai mampu menjawab tantangan nyata di berbagai sektor. Ke-10 startup tersebut adalah: BETA-UAS (Drone-as-a-Service dengan dukungan IoT dan AI), Lunash (dashboard AI untuk prediksi risiko debitur), Sokratech (platform no-code anti-fraud), Momofin (keamanan dokumen digital berbasis AI), dan Algobash (asesmen rekrutmen end-to-end berbasis AI).

Selain itu, lima startup lainnya adalah: Fineksi (analisis data kredit untuk keuangan), Momentum Teknodata Semesta (Big Data AI untuk insight bisnis), Simplify AI (middleware AI untuk modernisasi sistem enterprise), Doctortool (ekosistem kesehatan terpadu), dan Safelog AI (background checking berbasis AI). Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa talenta lokal mampu menciptakan solusi AI yang relevan dan siap pakai di industri.

Lintasarta Sebagai Fondasi AI Berdaulat

Peran Lintasarta dalam program ini sangat sentral. Sebagai NVIDIA Cloud Partner (NCP) pertama dan satu-satunya di Indonesia, Lintasarta menyediakan GPU Merdeka—superkomputer AI berdaulat—untuk mendukung pengembangan solusi AI lokal oleh para startup. Program ini adalah bagian dari Gerakan AI Merdeka, yang memiliki tiga pilar utama: Laskar AI (mencetak talenta siap kerja), Semesta AI (memperkuat inovasi startup), dan AI Use Case (memperluas penerapan AI di sektor strategis).

Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta, menegaskan bahwa Semesta AI dirancang untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia. Ia bangga melihat 10 startup terbaik ini membuktikan bahwa talenta lokal mampu menciptakan solusi AI yang berdampak nyata bagi transformasi digital nasional.

Akses Industri untuk Implementasi Nyata

Program ini lebih dari sekadar akselerasi; ia adalah wadah koneksi inovasi lokal dengan kebutuhan industri. Setelah penyaringan ketat, 20 startup terpilih mendapatkan mentoring intensif, sementara 30 lainnya mendapatkan pendampingan teknis. Kini, 10 startup terbaik akan menerima insentif berupa GPU Merdeka dan akses ke Lintasarta Marketplace (LAMPU). Yang paling bernilai, mereka berkesempatan besar untuk berkolaborasi dan mengimplementasikan solusi mereka langsung kepada lebih dari 2.300 pelanggan korporasi Lintasarta. Dukungan infrastruktur dan jaringan pelanggan ini membuka jalan bagi startup terpilih untuk memberikan dampak signifikan bagi perekonomian digital nasional.