Sains
Jumat, 24 Oktober 2025 17:07 WIB

Nike punya sepatu bermotor listrik dan hasil implementasi neurosains

Nike memperkenalkan Project Amplify yang punya motor listrik dan Mind 001/002, sepatu masa depan yang didasari teknologi neurosains.

Nike memang enggak pernah berhenti menghadirkan konsep alas kaki yang unik. Setelah sukses dengan sepatu mengikat otomatis dan Hyperboot untuk pemulihan, kini perusahaan itu mengklaim telah melangkah lebih jauh melalui Project Amplify dan sepatu berbasis neurosains yang dirancang untuk secara aktif memperkuat tubuh dan pikiran penggunanya saat dikenakan. Ini adalah evolusi gila-gilaan dari alas kaki biasa.

Project Amplify, yang dikembangkan bersama startup robotika Dephy, digambarkan Nike sebagai "seperangkat otot betis kedua untuk atlet harian" yang ingin berjalan atau berlari lebih jauh. Model generasi pertama ini terdiri dari sepatu lari dengan pelat serat karbon, baterai isi ulang yang dipasang di betis, motor, dan sabuk penggerak.

Meskipun tampil dengan warna neon dan lapisan empuk layaknya sepatu lari normal, desain dasarnya terlihat seperti versi yang lebih halus dari sepatu robotik Sidekick yang sudah dipasarkan Dephy.

Project Amplify tidak menggantikan kemampuan kaki penggunanya, tetapi membuatnya lebih mudah untuk berjalan atau berlari lebih jauh dan lebih cepat. Nike membandingkan pengalaman memakainya dengan mengendarai sepeda elektrik (e-bike), yang menambah tenaga dari motor listrik saat kamu mengayuh.

Nike mengklaim Project Amplify "membuat berjalan atau berlari menanjak terasa seperti bergerak di tanah datar". Bahkan, dalam pengujian, perangkat ini mengubah tempo lari dari 12 menit per mil menjadi 10 menit per mil pada beberapa penguji. Dephy dan Nike Sport Research Lab (NSRL) menguji sepatu robotik ini pada lebih dari 400 atlet, mencakup lebih dari 2,4 juta langkah.

Selain itu, seperti dilansir dari laman Engadet (24/10), Nike juga bereksperimen dengan neurosains melalui sepatu Mind 001 dan Mind 002. Sepatu ini dirancang oleh Nike Mind Science Department. Fitur utamanya adalah busa nodes pada kedua sepatu — masing-masing model sandal dan sneakers — yang memberikan tekstur permukaan tanah kepada kaki pemakainya.

Nike menjelaskan bahwa proses ini "meningkatkan kesadaran sensorik, yang dapat membantu menghilangkan gangguan dan meningkatkan konsentrasi". Jelas, ini adalah cara yang berbeda untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam sepatu.

Pendekatan Nike yang memadukan fashion dan robotika ini mirip dengan celana robotik MO/GO dari Arc'teryx di tahun 2024, yang membantu pejalan kaki dalam keseimbangan dan daya tahan. Project Amplify memang lebih kecil dan (diharapkan) lebih terjangkau, tetapi gadget yang dibantu robot tampaknya akan menjadi cara utama teknologi robotika masuk ke produk konsumen, melampaui barang rumah tangga seperti vacuum cleaner.

Nike Mind 001 dan Mind 002 akan mulai dijual pada Januari 2026 sebagai sepatu pertama dari lini Nike Mind. Sementara itu, Nike menyatakan Project Amplify akan menerima peluncuran konsumen yang lebih luas "dalam beberapa tahun mendatang."