Sains
Rabu, 27 Agustus 2025 12:03 WIB

IBM dan AMD kerjasama ciptakan komputer kuantum agar lebih terjangkau

IBM dan AMD berkolaborasi membangun quantum-centric supercomputing untuk gabungkan kekuatan komputer kuantum dan HPC, membuka solusi baru yang tak terjangkau.

Pernah bayangin nggak, gimana kalau komputer yang ada sekarang digabungkan dengan teknologi komputasi masa depan? IBM dan AMD mengumumkan kolaborasi strategis untuk menjawab pertanyaan itu.

Keduanya akan mengembangkan arsitektur komputasi generasi berikutnya yang menggabungkan kekuatan komputer kuantum dan high-performance computing (HPC), yang dikenal sebagai quantum-centric supercomputing. Kolaborasi ini bertujuan membangun platform berskala besar dan berbasis open-source yang akan mendefinisikan ulang masa depan teknologi.

Komputasi kuantum menawarkan pendekatan revolusioner dalam memproses informasi. Berbeda dari komputer klasik yang menggunakan bit biner (0 dan 1), komputer kuantum menggunakan qubit yang beroperasi berdasarkan hukum mekanika kuantum. Dengan kemampuan ini, komputer kuantum bisa menyelesaikan masalah kompleks yang tak terjangkau oleh komputasi konvensional, mulai dari penemuan obat dan material baru hingga optimisasi logistik berskala besar.

Arvind Krishna, Chairman and CEO IBM, menyampaikan bahwa dengan menggabungkan komputer kuantum IBM dan teknologi HPC canggih dari AMD, mereka akan membangun model hibrida yang melampaui batas komputasi tradisional. Dr. Lisa Su, Chair and CEO of AMD, menambahkan bahwa melalui kemitraan ini, mereka melihat peluang luar biasa untuk mempercepat inovasi dan penemuan.

Dalam arsitektur quantum-centric, komputer kuantum akan bekerja berdampingan dengan infrastruktur HPC dan AI yang ditenagai oleh CPU, GPU, dan FPGA. Pendekatan hibrida ini memungkinkan setiap komponen masalah ditangani oleh teknologi yang paling sesuai. Misalnya, komputer kuantum dapat mensimulasikan perilaku atom dan molekul, sementara superkomputer klasik yang didukung AI menangani analisis data berskala besar. Kombinasi ini membuka potensi untuk menyelesaikan masalah dunia nyata dengan kecepatan dan skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Saat ini, AMD dan IBM sedang mengeksplorasi integrasi CPU, GPU, dan FPGA milik AMD dengan komputer kuantum IBM untuk mempercepat algoritma baru yang saat ini belum dapat dijalankan oleh masing-masing teknologi secara mandiri. Upaya ini juga mendukung visi IBM untuk menghadirkan komputer kuantum fault-tolerant pada akhir dekade ini, dengan teknologi AMD berperan penting dalam menyediakan kemampuan koreksi kesalahan secara real-time.

IBM sendiri telah memulai langkah awal menuju integrasi komputasi kuantum dan klasik melalui kemitraan dengan RIKEN untuk menghubungkan IBM Quantum System Two dengan Fugaku—salah satu superkomputer klasik tercepat di dunia. Sementara itu, teknologi CPU dan GPU AMD telah menggerakkan Frontier, superkomputer pertama yang menembus batas exascale. Saat ini, teknologi AMD juga menggerakkan El Capitan, menjadikan AMD sebagai penyedia dua superkomputer tercepat di dunia menurut daftar TOP500.

Demonstrasi awal dari kolaborasi ini dijadwalkan akan berlangsung akhir tahun ini. Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi ekosistem open-source seperti Qiskit untuk mempercepat pengembangan dan adopsi algoritma baru berbasis quantum-centric supercomputing.