Kisah
Rabu, 27 Agustus 2025 11:08 WIB

Kuartal II 2025 Xiaomi tunjukkan pencapaian mengagumkan

Melalui 3 pilar mereka, Human x Car x Home, Xiaomi menunjukkan pencapaian mengagumkan di kuartal kedua 2025.

Xiaomi tampaknya terus tancap gas dengan menunjukkan performa yang melejit di kuartal kedua 2025. Perusahaan ini mengumumkan pendapatan yang naik 30,5% secara tahunan, mencapai angka Rp262 triliun (RMB116,0 miliar).

Pengumuman ini jadi ketiga kalinya pendapatan Xiaomi menembus angka di atas Rp225 triliun (RMB100 miliar) dalam tiga kuartal terakhir. Laba bersih yang disesuaikan juga melonjak 75,4% secara tahunan menjadi Rp24 triliun (RMB10,8 miliar), menembus angka Rp23 triliun (RMB10 miliar) untuk dua kuartal berturut-turut. Hasil ini menunjukkan profitabilitas yang tangguh dan pertumbuhan yang berkelanjutan dari basis bisnis yang kuat.

Dipandu oleh strategi ekosistem pintar “Human x Car x Home” sebagai tiga bisnis inti Xiaomi, yaitu smartphone, kendaraan listrik pintar (smart EV), dan perangkat rumah pintar, semuanya mencatat pertumbuhan yang kuat.

Bisnis Smartphone Tetap di Puncak

Bisnis smartphone Xiaomi mencatat pendapatan sebesar Rp102,4 triliun (RMB45,5 miliar). Pengiriman unitnya terus tumbuh selama delapan kuartal berturut-turut , dan berhasil mempertahankan posisi tiga besar global selama 20 kuartal berturut-turut. Di tengah tantangan pasar, pengiriman global smartphone Xiaomi mencapai 42,4 juta unit di Q2 2025 , dan pangsa pasar globalnya mencapai 14,7%.

Bahkan, di Indonesia, Xiaomi berhasil menguasai 21% pangsa pasar nasional selama dua kuartal berturut-turut di tahun 2025. Strategi premiumisasi Xiaomi juga membuahkan hasil positif, dengan penjualan smartphone premium di Tiongkok menyumbang 27,6% dari total penjualan smartphone Xiaomi.

IoT dan Smart Home Makin Gahar

Segmen IoT dan produk gaya hidup mencatat rekor pendapatan baru dengan Rp87,1 triliun (RMB38,7 miliar) , naik 44,7% dibanding tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan perangkat rumah pintar yang melonjak 66,2%. Pengiriman produk juga terus bertumbuh, dengan pengiriman AC melebihi 5,4 juta unit, kulkas lebih dari 790.000 unit, dan mesin cuci naik 45% menjadi lebih dari 600.000 unit. Bisnis tablet juga menunjukkan momentum yang kuat, dengan pengiriman global tumbuh 42,3% , tertinggi di antara lima vendor teratas di dunia.

Sektor EV Melaju Pesat

Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru lainnya mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan total pendapatan mencapai Rp47,9 triliun (RMB21,3 miliar). Khusus pendapatan EV saja, untuk pertama kalinya menembus angka Rp45 triliun (RMB20 miliar), menandai pertumbuhan bisnis yang pesat dengan skala yang lebih besar. Pengiriman mobil listrik Xiaomi terus meningkat, dengan total 81.302 unit yang dikirimkan selama kuartal kedua. Per Juli 2025, total pengiriman sejak peluncuran Xiaomi EV telah melampaui 300.000 unit.

Investasi Teknologi Inti yang Terus Meningkat

Xiaomi juga menunjukkan keseriusannya dalam investasi teknologi mendasar. Biaya riset dan pengembangan (R&D) mencapai rekor Rp17,7 triliun (RMB7,8 miliar) pada kuartal kedua, naik 41,2% dari tahun lalu. Di sektor chip, Xiaomi memperkenalkan chip andalan 3nm buatan sendiri, Xiaomi XRING O1, menjadikannya perusahaan keempat di dunia yang mampu merancang dan mengembangkannya secara independen. Xiaomi juga mencatat sejumlah terobosan dalam large language models (LLM) berbasis AI , dan merilis Xiaomi MiMo-VL-7B serta MiDashengLM-7B ke publik.

Layanan Internet dengan Profit Margin Tinggi

Bisnis layanan internet terus menunjukkan kinerja yang stabil, dengan pendapatan mencapai Rp20 triliun (RMB9,1 miliar) , naik 10,1% dari tahun lalu. Margin laba kotor segmen ini tetap berada di level tinggi, yaitu 75,4%. Seiring dengan terus berkembangnya basis pengguna, jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) global mencapai rekor baru 731,2 juta pada Juni 2025 , naik 8,2% secara tahunan.