Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Vivo Indonesia memperkuat komitmennya dalam pengembangan SDM melalui program Vivo NexGen Scholars.
Berkolaborasi dengan Hoshizora Foundation dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), program ini memberikan 60 beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dari latar belakang ekonomi terbatas untuk menguasai teknologi garda terdepan.
Kenapa ini penting?
Indonesia sedang menghadapi tantangan besar yakni kebutuhan 9 juta talenta digital pada 2030. Adapun ketersediaan saat ini baru mencapai 6 juta.
Untuk itu, program ini hadir sebagai jembatan untuk menutup celah (skill gap) tersebut, sekaligus menekan angka pengangguran lulusan vokasi dengan memberikan akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program Vivo NexGen Scholars
- Ekosistem terintegrasi: Program ini tidak hanya memberikan dana, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan dunia akademik (PENS) dengan realitas industri teknologi.
- Kisah penerima beasiswa: Penerima beasiswa memiliki latar belakang yang inspiratif, mulai dari Evan Eka (anak pedagang kopi dengan IPK 3,9), Arkan Maulana (penyintas perundungan yang fokus pada energi), hingga Ubayy yang berhasil menciptakan chatbot AI untuk UMKM.
- Fokus pada bidang strategis: Kurikulum difokuskan pada enam pilar masa depan, termasuk Data Science, Machine Learning, dan Game Technology.
- Dampak nyata: Beasiswa ini menunjukkan dampak nyata, seperti rata-rata IPK mahasiswa di semester awal mencapai 3,41, dengan nilai tertinggi hingga 3,9.
Pax insight
Seiring dengan percepatan transformasi digital, Vivo berkomitmen untuk terus memantau perkembangan para penerima beasiswa hingga siap terjun ke dunia kerja.
Fokus ke depan adalah memastikan para lulusan ini tidak hanya menjadi pekerja teknis, tapi inovator yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat luas.



