Kisah
Selasa, 21 Juli 2026 18:05 WIB

Samsung buka pendaftaran SIC Batch 8, pelatihan AI dan IoT untuk pelajar

Samsung resmi membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 untuk para pelajar hingga 18 Agustus 2026.
Samsung resmi membuka Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8.

Samsung Electronics Indonesia secara resmi membuka masa pendaftaran program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8, yang akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026.

Diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK/MA serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia, program ini menghadirkan kurikulum yang mencakup Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) berbasis pembelajaran proyek (project-based learning).

Program ini diselenggarakan untuk mendukung agenda transformasi digital nasional serta visi Asta Cita pemerintah dalam menjembatani kesenjangan talenta digital Indonesia. 

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital RI, proyeksi kebutuhan talenta digital mencapai 12 juta orang pada 2030, sedangkan ketersediaan saat ini baru berada di kisaran 9,3 juta orang. Jadi, masih ada gap yang perlu diisi. 

Kenapa ini penting? 

Inisiatif ini tidak sekadar membekali peserta dengan kecakapan teknis end-to-end, melainkan juga membentuk pola pikir problem solver agar generasi muda mampu melahirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita menegaskan program ini dirancang untuk membuka pintu kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda agar tidak hanya fasih secara teknis, tetapi jadi pencipta inovasi yang bermanfaat. 

"Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi problem solver yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat," kata Anggi. 

Pada Batch 7 sebelumnya, program ini berhasil menjaring 7.736 pendaftar dan meloloskan 20 tim terbaik ke panggung Culmination Event.

Kisah alumni SIC

Bukti nyata keberhasilan pola pembelajaran SIC tecermin dari karya Tim Outliers, peraih predikat Best Team kategori universitas pada SIC Batch 7.  Tim ini sukses mengintegrasikan AI dan IoT untuk menciptakan PhysioTrack, sebuah perangkat rehabilitasi medis bagi pasien pasca-stroke berbasis home-care.

"Di Samsung Innovation Campus kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, embedded system, dan kebutuhan pengguna sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Bagus Satrio, perwakilan Tim Outliers.

Tahap pembelajaran SIC Batch 8

Seluruh rangkaian pembelajaran dirancang secara sistematis agar peserta dari berbagai latar belakang dapat menguasai materi dari tingkat dasar hingga tahap eksekusi prototipe:

  • Coding dan Programming Course: Dasar-dasar coding dan logika pemrograman awal untuk membangun fondasi kuat.
  • IoT Fundamentals: Pengenalan perangkat keras, sensor, dan perancangan sistem Internet of Things sederhana.
  • AI dan IoT Bootcamp: Integrasi AI dan IoT dalam studi kasus nyata untuk mengasah pemikiran kritis (critical thinking).
  • Ready to Rise: Pengembangkan proyek mandiri, dengan pembekalan skill presentasi dan strategi membangun solusi berdampak sosial atau industri.
  • Culmination Event: Ajang selebrasi dan pembuktian karya purwarupa akhir di hadapan juri mentor serta praktisi industri.

Apa yang akan didapatkan peserta SIC Batch 8? 

Selain mengikuti program secara gratis, peserta juga akan memperoleh berbagai manfaat lain, di antaranya: 

  • Pembelajaran dan mentoring bersama praktisi profesional
  • IoT Course Kit untuk pengembangan prototipe
  • Akses ke komunitas pembelajar Samsung Innovation Campus
  • Kesempatan mengikuti kompetisi dan memenangkan hadiah
  • Sertifikat resmi Samsung Innovation Campus sebagai nilai tambah portofolio akademik maupun profesional

Pax insight

Inisiatif Samsung yang konsisten meluncurkan Samsung Innovation Campus hingga Batch 8 pada tahun 2026 ini merupakan investasi sosial dan teknologi yang sangat krusial bagi Indonesia. 

Masalah utama dari kesenjangan talenta digital saat ini bukanlah minimnya minat anak muda terhadap teknologi, melainkan kurangnya akses pada ruang praktik terintegrasi yang menghubungkan teori perangkat lunak (coding/AI) dengan perangkat keras (IoT).

Dengan menerapkan pendekatan project-based learning dan membagikan modul IoT Course Kit secara gratis, Samsung berhasil mengubah cara pandang generasi muda lokal dari sekadar pengguna menjadi pencipta. 

Hal itu ditunjukkan dengan kisah alumni SIC Batch 7 yang berhasil mengembangkan inovasi PhysioTrack. Hal itu menunjukkan ketika pemuda Indonesia dapat akses tools yang tepat, mereka mampu menghadirkan solusi yang menyelesaikan masalah di dunia nyata.