Pengguna televisi pintar (smart TV) merek LG baru-baru ini dikejutkan dengan kehadiran aplikasi baru yang muncul secara misterius di layar mereka. Aplikasi tersebut adalah Microsoft Copilot, sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) buatan Microsoft. Yang membuat banyak pengguna kesal, aplikasi ini tampaknya dipasang secara otomatis dan bersifat permanen alias tidak bisa dihapus (uninstall), dilansir dari Engadget.
Keluhan ini mulai ramai diperbincangkan di forum daring Reddit dalam beberapa hari terakhir. Banyak pemilik TV LG melaporkan bahwa mereka mendapati ikon Copilot tiba-tiba muncul di menu utama TV mereka.
Meskipun aplikasi ini tidak bisa dihapus sepenuhnya dari sistem, pengguna masih bisa menyembunyikannya agar tidak terlihat di halaman utama. Menariknya, tidak semua TV LG mendapatkan pembaruan paksa ini. Salah satu staf lain yang memiliki model TV LG OLED 2022 yang sama mengaku belum melihat aplikasi tersebut. Hal ini kemungkinan besar bergantung pada pengaturan privasi dan izin pembaruan otomatis yang diaktifkan oleh masing-masing pengguna.
Langkah Microsoft untuk menyusupkan Copilot ke berbagai perangkat elektronik memang sedang gencar dilakukan tahun ini, mulai dari laptop khusus hingga kini merambah ke televisi. Sebelumnya, LG memang sempat mengumumkan di ajang pameran teknologi CES 2025 bahwa model TV terbaru mereka akan dilengkapi fitur pencarian pintar bertenaga Copilot. Namun, memasang aplikasi AI secara paksa dan permanen pada model lama tanpa persetujuan pengguna tentu merupakan langkah yang berisiko.
Tindakan ini berpotensi memicu reaksi negatif dari konsumen, apalagi mengingat popularitas Copilot sendiri belum terlalu kuat di mata pengguna asisten virtual dibandingkan kompetitor lainnya. Konsumen umumnya tidak suka jika kendali atas perangkat yang mereka beli diambil alih oleh produsen dengan menyisipkan perangkat lunak yang tidak diinginkan (bloatware).
Pax Insight
Kejadian ini menyoroti tren yang semakin mengkhawatirkan di dunia teknologi: konsep "kepemilikan" perangkat yang makin kabur. Saat Anda membeli Smart TV, Anda sebenarnya tidak sepenuhnya memilikinya; Anda hanya membeli perangkat keras, sementara perangkat lunaknya tetap dikendalikan oleh pabrikan. Ini memberi mereka kekuasaan untuk mengubah fitur, menambah iklan, atau memasang aplikasi sesuka hati kapan saja. Di masa depan, konsumen mungkin perlu lebih teliti memeriksa kebijakan pembaruan perangkat lunak sebelum membeli elektronik rumah tangga agar ruang pribadi mereka tidak menjadi papan iklan berjalan.



