Selama beberapa bulan terakhir ini, industri game sudah mulai terpapar oleh teknologi AI generatif. Bahkan, ada beberapa game yang sudah ada di pasaran yang diklaim dibuat menggunakan bantuan AI sepenuhnya.
Pandangan Take-Two Interactive
Meski industri game saat ini sudah mulai mengadopsi teknolgi AI generatif untuk mengembangkan game, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick mengatakan dirinya belum tertarik untuk memanfaatkan teknologi ini, setidaknya untuk game Grand Theft Auto VI. Hal ini mencuat karena banyak gamer yang berasumsi pengembangan game ini melibatkan teknologi tersebut.
Namun, dia menegaskan bahwa dunia fiksi Leonida di GTA VI dibangun sepenuhnya dengan tangan manusia. Pernyataan ini pun menepis spekulasi bahwa Rockstar Games menggunakan AI generatif untuk menciptakan lingkungan gim tersebut.
Zelnick percaya bahwa detail "bangunan demi bangunan" yang dibuat manusia adalah pembeda utama yang membuat produk hiburan menjadi hebat, dimana sesuatu yang menurutnya belum bisa dicapai oleh AI.
"GenAI tidak memiliki peran apa pun dalam apa yang sedang dibangun Rockstar Games," ujar Zelnick seperti dilansir dari laman Wccftech (5/2). "Dunia mereka tidak dihasilkan secara prosedural, dan memang seharusnya tidak demikian."
Tidak tertutup pakai AI generatif di masa depan
Meski di game GTA VI Take-Two tidak menggunakan AI generatif, namun mereka bukannya anti-teknologi. Zelnick mengakui bahwa sebagai perusahaan yang menaungi banyak proyek, mereka sedang menjalankan ratusan pilot proyek AI di seluruh studio mereka untuk meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, serta mengeksplorasi NPC cerdas yang dilatih pada naskah buatan manusia agar interaksi terasa lebih natural.
Pax insihgt
Meskipun sudah ada beberapa game yang diluncurkan yang diklaim sepenuhnya dikembangkan oleh AI generatif, namun kebanyakan dari mereka adalah perusahaan pengembang game indie. Belum ada perusahaan pengembang game besar yang secara terbuka mengakui bahwa mereka menggunakan teknologi AI tersebut setidaknya digunakan untuk membantu mengembangkan game.
Tapi, mengingat perkembangan AI yang terus menunjukkan potensi yang besar, tak menutup kemungkinan di masa depan, perusahaan besar lain selain Take-Two Entertainment akan menggunakan AI generatif untuk membantu pengembangan game mereka.



