Menurut laporan dari Jason Schreier, Sony dikabarkan sedang memutar balik strategi multi-platform mereka. Game single-player yang merupakam milik dari PlayStation secara langsung diproyeksikan akan kembali menjadi eksklusif hanya untuk konsol PS5, mengorbankan para pemain di platform PC.
Kemunduran yang mengecewakan
Langkah ini dilaporkan sebagai serangan balik terhadap tren industri yang ada saat ini. Berbeda dengan Microsoft yang makin gencar merilis game IP andalannya seperti Fable dan Forza Horizon 6 secara serentak di Xbox, PC, dan PS5, Sony tampaknya memilih kembali ke pendekatan konservatif dan sukses ala Nintendo, dimana mengunci mahakarya mereka di dalam "taman" ekosistemnya sendiri.
Keputusan Sony
Dalam laporan tersebut, judul-judul single-player mendatang, seperti Ghost of Yotei dan Saros, dilaporkan hanya akan meluncur untuk PS5. Namun, untuk game-game online atau multiplayer terbitan Sony seperti Marvel Tokon dan Marathon akan tetap dirilis secara multi-platform. Death Stranding 2 juga dipastikan tetap akan hadir di PC pada tahun 2026.
Salah satu alasan Sony tidak tertarik meluncurkan game-game mereka di PC adalah performa penjualan game porting PS5 di PC yang mengecewakan, kemungkinan besar karena jarak rilisnya yang terpaut jauh, bahkan tak jarang lebih dari setahun dari versi konsol.
Di sisi lain, ada juga kekhawatiran internal di perusahaan mengenai konsol Xbox generasi berikutnya yang dirumorkan akan beroperasi layaknya PC Windows murni, dimana disebut bisa dipasangi Steam. Jika Sony terus merilis game di PC, pengguna konsol Xbox masa depan ironisnya bisa memainkan game eksklusif PS5 langsung dari mesin Microsoft.
Pax insight
Demi melindungi nilai jual konsol dan eksklusivitas merek PlayStation dari ancaman pergeseran perangkat keras pesaing, para petinggi Sony mengambil langkah preventif. Penggemar game AAA dengan cerita mendalam khas Sony mau tidak mau harus membeli PS5 ke depannya.



