Sony dilaporkan tengah bersiap kembali ke pasar konsol genggam melalui perangkat yang dirumorkan sebagai "PlayStation 6 Handheld" yang memiliki nama sandi Project Canis. Menurut KeplerL2, sistem portabel ini dirancang untuk mengungguli Xbox Series S baik dalam kinerja rasterization maupun ray tracing.
Jawaban Sony terhadap Microsoft
Di tengah prediksi meroketnya harga komponen yang dapat mendongkrak harga konsol rumahan generasi mendatang hingga menembus USD699 atau sekitar Rp10.834.500, perangkat handheld ini bisa menjadi senjata rahasia paling cerdas bagi Sony. Dengan proyeksi harga di kisaran USD399 atau sekitar Rp6.184.500, opsi portabel ini menawarkan jalur peningkatan (upgrade) ke generasi terbaru yang jauh lebih terjangkau dan logis bagi mayoritas pemain.
Apa saja detail bocoran dari PS6 Portable ini?
- Bocoran Spesifikasi "Project Canis": Ditenagai oleh 4 core Zen 6c, 2 core Zen 6 LP, 16 Compute Units (CU) RDNA 5, dan memori LPDDR5X 192-bit berkapasitas masif 24GB. Keseluruhan cip ini dibangun menggunakan fabrikasi 3nm dari TSMC.
- Kualitas Visual AI Superior: Mengandalkan teknologi peningkatan resolusi (upscaling) PSSR 3 (atau FSR 5), kualitas gambar perangkat ini diklaim akan jauh melampaui kemampuan NVIDIA DLSS "Lite" pada Nintendo Switch 2, maupun perangkat PC genggam saat ini seperti Xbox ROG Ally X.
- Standar Baru Portabilitas: Mengingat Xbox Series S telah menjadi tolok ukur (baseline) performa game selama generasi ini, kemampuan PS6 Handheld untuk menundukkan perangkat tersebut menjanjikan pengalaman gaming kelas atas sesungguhnya dalam genggaman.
Pax insight
PS6 Handheld berpotensi kuat menempatkan Sony di posisi terdepan dalam perang konsol portabel mendatang. Perangkat ini tidak hanya siap mendominasi para pesaingnya secara grafis dan tenaga mentah, tetapi juga memberikan jalan keluar finansial bagi konsumen di tengah krisis harga perangkat keras global.



