Roblox secara resmi memberlakukan kebijakan verifikasi usia wajib bagi semua pengguna yang ingin menggunakan fitur komunikasi seperti chat. Langkah tegas ini diambil sebagai tanggapan atas tekanan hukum dan kekhawatiran umum tentang keamanan pengguna di bawah umur.
Proses verifikasi melibatkan pemindaian wajah pengguna melalui kamera aplikasi untuk menghasilkan perkiraan usia yang akurat. Roblox memastikan bahwa pihak ketiga akan menghapus semua data biometrik segera setelah proses identifikasi selesai.
Dilaporkan dari Techcrunch (08/01), pengguna berusia 13 tahun ke atas dapat menggunakan kartu identitas resmi untuk verifikasi tambahan. Tanpa menyelesaikan tahap ini, mereka tetap dapat bermain berbagai gim, tetapi mereka akan otomatis terkunci untuk berkomunikasi dengan pemain lain.
Jika terjadi kesalahan estimasi usia oleh sistem, pengguna diberikan kesempatan untuk melakukan banding melalui fitur kontrol orang tua. Roblox juga akan memantau perilaku pengguna secara berkala guna mendeteksi jika ada ketidaksesuaian antara profil dan aktivitas di dalam platform.
Setelah pemain diverifikasi, sistem akan membagi mereka ke dalam enam kelompok usia, mulai dari usia kurang dari sembilan tahun hingga dewasa. Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan atau konten tidak pantas, komunikasi chat hanya diizinkan untuk pengguna dengan kelompok usia yang berdekatan.
Kebijakan baru ini dianggap jauh lebih efisien dibandingkan dengan pendekatan yang lebih lama, yang bergantung pada pendaftaran tanggal lahir secara manual. Roblox berharap sistem ini akan mengurangi tuntutan hukum terhadap perusahaan terkait masalah keamanan anak.
Pax Insight
Kebijakan verifikasi wajah Roblox dapat menjadi langkah penting untuk melindungi jutaan pemain usia dini di Indonesia dari ancaman grooming online. Meskipun proses ini agak sulit bagi pengguna, keamanan digital anak-anak harus menjadi prioritas utama di tengah banyaknya interaksi sosial yang terjadi di dunia virtual saat ini.



