Hibura
Kamis, 18 Desember 2025 12:02 WIB

Review Fallout Season 2 Ep 1, masih menarik buat diikuti!

Fallout Season 2 Ep 1 hadirkan pertarungan ideologi Lucy dan The Ghoul di New Vegas, menggambarkan peta navigasi di dunia distopia.

Bagi penggemar waralaba game Fallout, sesi kedua dari serial film Fallout baru saja meluncur kemarin. Season 2 ini kembali tayang di Amazon Prime Video pada 17 Desember, namun dengan format perilisan tiap pekan, tidak seperti season 1 yang diunggah secara langsung di hari yang sama.

Cerita di episode pertama Fallout season 2 melanjutkan apa yang digantung di season pertama. Perjalanan pasangan Lucy (Ella Purnell) dan The Ghoul (Walton Goggins) untuk melacak keberadaan ayah Lucy, Hank (Kyle MacLachlan), menuju wilayah ikonik New Vegas kembali dilanjutkan.

Di sisi lain, Maximus (Aaron Moten) telah kembali ke Brotherhood of Steel dengan status yang lebih tinggi, meski ia mulai merasa kecewa dengan cara kerja organisasi tersebut.

Perebutan Teknologi Cold Fusion sebagai Sumber Kekuatan

Salah satu elemen kunci yang membayangi konflik di musim ini adalah keberadaan teknologi cold fusion, seperti apa yang sudah diungkap tipis-tipis di trailer. Teknologi ini dianggap sebagai game-changer karena merupakan sumber daya tanpa batas yang berpotensi memperbaiki kehidupan di seluruh wasteland. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan kekuatan masif tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah, yang justru bisa memperparah kehancuran yang sudah ada.

Menurut pandangan tim Pax.id, jika musim pertama berhasil membangun pandangan akan fondasi dunia Fallout melalui vault retro-futuristik, di episode pertama musim kedua ini tampil lebih berani dengan memperkenalkan New Vegas sebagai "bintang utama". Tapi, bunker Vault Tech juga masih akan sering kita lihat karena masih banyak penghuni Vaults 32 dan 33 masih banyak yang bertahan setelah chaos di season pertama.

Kemunculan Faksi Unik: Dari Ghouls Elvis hingga Caesar’s Legion

Dunia New Vegas dan sekitarnya semakin ramai dengan hadirnya faksi-faksi baru yang unik dan terkadang berbeda dari versi aslinya. Salah satunya adalah geng The Kings yang kini merupakan sekumpulan ghoul yang berdandan menyerupai Elvis Presley lengkap dengan jaket kulit dan gaya rambut pompadour. Selain itu, muncul juga Caesar's Legion yang terinspirasi dari kekaisaran Romawi, di mana fanatisme mereka digambarkan dengan perpaduan antara kengerian dan unsur komedi yang satir.

 

Selain itu, cinematografi dan skript yang dihasilkan juga tak kalah dengan season pertamanya. Masih banyak dark jokes di dalam serial yang sebenarnya agak sedikit membuat bulu kuduk berdiri tersebut. Chemistry antara Lucy dan The Goul juga sangat terasa. Dan tentunya sangat seru melihat dua karakter yang berkepribadian bersebrangan ini mengarungi dunia yang sudah luluh lantah.

Nah, bagaimana kira-kira nasib misi Lucy untuk mengejar arwahnya? Bagaimana nasib Maximus dengan pasukan yang dia temukan? Dan bagaimana dengan nasib orang-orang di Vaults 32 dan 33 kedepannya? Mari kita tunggu episode berikutnya!