Nvidia dan Sega merayakan 30 tahun kolaborasi dengan pengumuman yang cukup spesial yakni sejumlah franchise game klasik legendaris Sega, termasuk Virtua Fighter, akan hadir di platform RTX Spark PC.
Yang membuat perayaan ini menarik bukan hanya soal game baru, tapi cerita di baliknya. Sebab, kolaborasi Nvidia dan Sega dimulai dari kegagalan yang hampir membunuh Nvidia, tapi justru jadi bantu loncatan yang melahirkan industri GPU modern.
Selain itu, pengumuman ini dilakukan di Akibahara, Jepang, pusat budaya gaming global lokasi arcade Sega legendaris yakni GiGO Akibahara 3 pernah berdiri.
Kenapa ini menarik?
Cerita 30 tahun Nvidia dan Sega merupakan salah satu kisah paling dramatis di industri teknologi, karena dipenuhi dengan dinamika. Mulai dari arsitektur yang salah, produk yang ditarik dari pasaran, hingga investasi yang mengubah sejarah.
Tanpa Sega, Nvidia mungkin tak pernah bertahan cukup lama untuk akhirnya menciptakan GPU. Dan tanpa GPU Nvidia, industri gaming PC seperti yang dikenal sekarang tidak akan ada.
Jadi, sebelum istilah GPU ada, Nvidia membuat chip pertamanya yakni NV1, akselerator grafis 3D/2D yang rilis pada 1995. Chip ini yang memungkinkan game Sega klasik seperti Virtua Fighter di-port ke PC.
Namu, NV1 punya masalah fundamental, karena menggunakan pendeketan desain yang berbeda dari industri. Ketika Microsoft merilis DirectX API yang mendukung triangle primitives, teknologi Nvidia pun jadi usang.
Akibatnya, NV1 ditarik dari peredaran hanya beberapa bulan setelah rilis pada 1996. Bahkan, chip penerusnya, NV2, dibatalkan sebelum selesai dikembangkan.
Kolaborasi dengan Sega
Kala itu, Sega juga sedang berada dalam kesulitan yang sama. Sega Saturn, konsol gaming besutan mereka, kalah telak melawan Sony PlayStation.
Berawal dari situ, kedua perusahaan yang sedang sama-sama terpuruk itu lalu bekerja sama. Sega memutuskan untuk berinvestasik USD 5 juta pada Nvidia. Usai investasi itu, Nvidia pun menghasilkan sejumlah produk sebagai fondasi awal:
- RIVA 128: Chip grafis yang kompetitif
- RIVA 256 (GeForce 256): GPU pertama di dunia
- GeForce, RTX Series: GPU yang mendominasi pasar global
Dimulai dari investasi USD 5 juta Sega itu Nvidia berhasil bertahan dan akhirnya menciptakan GPU pertama di dunia. Teknologi yang tak hanya jadi fondasi gaming, tapi juga AI, data center, dan komputasi modern secara keseluruhan.
Game Sega klasik di RTX Spark PC
Kini, tiga dekade setelah NV1 dan Virtua Fighter memulai kolaborasi itu, kedua perusahaan merayakannya dengan membawa franchise game klasik Sega ke platform PC terbaru Nvidia:
- Virtua Fighter Crossroads: Game terbaru dari franchise yang memula kolaborasi Nvidia-Sega akan hadir di RTX Spark PC.
- Game Sega lainnya: Nvidia mengonfirmasi akan ada lebih banyak game Sega datang ke RTX Spark, meski belum diungkap judul apa saja yang akan hadir.
Apa itu RTX Spark?
Bagi yang belum familiar, Nvidia RTC Spark adalah platform baru yang diumumkan Nvidia di Computex 2026:
- Tipe: AI SoC (System-on-Chip) pertama dari NVIDIA untuk PC
- Keunggulan: Performa dan kapabilitas baru untuk PC
- Manufaktur PC: ASUS, Dell, HP, Microsoft, MSI, Lenovo
- Teknologi gaming: Ray Tracing, DLSS, teknologi AI Nvidia
RTX Spark berbeda dari GPU diskret tradisional Nvidia, ini merupakan SoC terintergasi yang menggabungkan kemampuan AI dan grafis dalam satu chip, dirancang untuk laptop serta PC yang ringkas.
Nantinya, game-game Sega yang hadir di RTX Spark bukan port biasa. Sebab, mereka akan memanfaatkan teknologi gaming terkini Nvidia, seperti Ray Tracing, DLSS, hingga AI Nvidia.
Ini membuat game klasik Sega akan tampil dengan kualitas visual yang jauh melampaui versi aslinya, tapi tetap mempertahankan gameplay yang sudah ikonik.
Pax insight
Kisah 30 tahun Nvidia dan Sega menunjukkan kalau di industri teknologi kegagalan bukan akhir dari segalanya, tapi bisa membuka kesempatan untuk teknologi baru.
Bahkan yang menarik, Nvidia yang dulu hampir mati karena NV1 kini menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia, yang secara tak langsung berkat investasi Sega 30 tahun lalu.
Untuk itu, menarik menanti deretan game Sega yang akan hadir di RTX Spark nanti. Sebab, bukan hanya sekadar nostalgia, game itu akan hadir dengan kemampuan visual terkini.



