Hibura
Selasa, 7 April 2026 11:03 WIB

Pendapatan pembukaan Super Mario Galaxy Movie tembus Rp6 triliun

Pendapatan pembukaan Super Mario Galaxy Movie tembus Rp6 triliun, ciptakan rekor baru film waralaba gim yang bisa tembus lebih dari Rp5 triliun saat pembukaan.

Film Super Mario Galaxy Movie sudah resmi tayang secara global dan langsung mendulang sukses masif pada akhir pekan pembukaannya. Dalam lapoiran terbaru, film adaptasi gim ini memiliki total pendapatan mencapai USD372,5 juta atau sekitar Rp6,34 triliun.

Bukan kesuksesan pertama

Meskipun angka tersebut sedikit di bawah rekor pembukaan film pertamanya yang mencapai USD387,8 juta atau sekitar Rp6,60 triliun, pencapaian ini sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya film terlaris di tahun 2026 sejauh ini. Kesuksesan ini semakin mengukuhkan franchise film Super Mario Bros sebagai adaptasi video game paling sukses secara komersial dalam sejarah layar lebar.

Apa saja detailnya?

  • Pemecahan banyak rekor: Waralaba ini kini menjadi satu-satunya waralaba animasi yang berhasil melampaui angka USD350 juta atau sekitar Rp5,95 triliun di box office global sebanyak dua kali. Film ini juga mencatat rekor sebagai pembukaan box office terbesar kelima untuk film animasi sepanjang masa.
  • Pendapatan Regional: Di Amerika Serikat, film ini meraup USD182,4 juta atau sekitar Rp3,10 triliun, sementara di Kanada berhasil mengumpulkan USD190 juta atau sekitar Rp3,23 triliun.
  • Potensi Lampaui Pendahulu: Dengan momentum yang ada, tidak mengejutkan jika pada akhir minggu pertamanya nanti, film ini mampu melampaui pendapatan minggu pertama film sebelumnya yang menembus USD500 juta atau sekitar Rp8,51 triliun.
  • Resepsi Terbelah: Sama seperti film pertamanya, ulasan kritikus sangat terpolarisasi. Sebagian mengkritik plot cerita yang tipis dan ketiadaan pengembangan karakter, sementara sebagian lainnya memuji nuansa nostalgia bertempo cepat yang sangat menghibur bagi keluarga dan anak-anak.

Pax insight

Dengan angka penjualan tiket yang luar biasa ini, Nintendo dan Illumination tampaknya telah menemukan "formula emas" mereka. Mengharapkan perubahan drastis pada aspek penceritaan di film ketiganya nanti demi memuaskan para kritikus sepertinya bukan prioritas utama selama penonton dari berbagai kalangan terus membanjiri bioskop.