Hibura
Selasa, 7 Oktober 2025 19:14 WIB

Ini alasan konsol handheld Xbox gagal meluncur

Microsoft dikabarkan akan menghentikan produksi hardware Xbox & beralih jadi publisher penuh. Rumor muncul setelah harga Game Pass naik 50%.

Komunitas gaming kembali diguncang setelah kenaikan harga Xbox Game Pass sebesar 50% minggu lalu. Belum reda, kali ini rumor mengenai hengkangnya Microsoft dari bisnis konsol game mencuat, memercik perddebatan baru di kalangan gamer.

Rumor ini berasal dari leaker SneakersSO di forum NeoGAF, yang sebelumnya terbukti akurat dalam membocorkan rencana porting gim Xbox ke konsol lain. Sumber tersebut melaporkan bahwa rencana konkret untuk memproduksi hardware Xbox generasi berikutnya berubah menjadi "up in the air", alias serba streaming.

Hal ini cukup membingungkan, mengingat manufaktur konsol baru seharusnya dimulai pada tahun 2026, yang berarti waktunya tidak lama lagi.

Alasan utama di balik rumor ini adalah pergeseran fokus Microsoft untuk menjadi software publisher penuh, yang secara efektif akan "menarik langkah ala SEGA". Seperti dilansir dari laman Wccfrech (7/10), strategi ini akan memprioritaskan IP yang sangat menguntungkan, seperti Call of Duty, World of Warcraft, Minecraft, Candy Crush, dan Forza Horizon.

Game Pass sendiri akan ditransisikan menjadi point of entry subscription untuk akses xCloud, dan kenaikan harga Game Pass di masa depan diprediksi akan terus berlanjut.

Rumor ini menjadi semakin masuk akal jika melihat konteks finansialnya: penjualan hardware Xbox telah menurun selama bertahun-tahun. Selain itu, laporan internal mengklaim bahwa Microsoft telah mengorbankan lebih dari US$300 juta (sekitar Rp4,97 triliun) dari potensi penjualan Call of Duty tahun lalu dengan memasukkan franchise tersebut ke Game Pass pada hari pertama rilis.

Namun, kabar ini bertentangan dengan janji resmi Microsoft. Perusahaan ini sebelumnya telah mengumumkan kemitraan multi-year dengan AMD untuk bersama-sama mengembangkan silicon bagi konsol dan perangkat next-gen. Bahkan, Presiden Xbox pernah mengklaim bahwa konsol berikutnya akan membawa "lompatan teknis terbesar yang pernah ada" antar-generasi.

Microsoft telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan, “Kami secara aktif berinvestasi pada konsol first-party dan perangkat di masa depan yang dirancang, direkayasa, dan dibangun oleh Xbox”. Pernyataan ini secara langsung membantah rumor pembatalan hardware.

Meskipun demikian, jika Microsoft benar-benar keluar dari pasar hardware, penggemar Xbox dapat kehilangan akses ke library game mereka melalui backward compatibility. Selain itu, kelanjutan hardware yang dipertanyakan, meskipun ada janji resmi, menunjukkan adanya disconnect yang mendalam antara Microsoft dan basis audiensnya.