Hibura
Senin, 22 Desember 2025 09:05 WIB

Hideo Kojima masih enggan gunakan GenAI untuk urusan visual

Hideo Kojima lebih tertarik pakai AI untuk kontrol dan perilaku musuh yang dinamis daripada urusan visual dalam pengembangan gim terbarunya.

Topik mengenai penggunaan Generative AI (GenAI) dalam industri pengembangan gim kembali mencuat dan memenuhi ruang diskusi para pengamat teknologi. Hal ini dipicu oleh pengakuan CEO Larian Studios, Swen Vincke, yang menyebutkan bahwa studionya mulai mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam alur kerja pengembangan seri Divinity.

Di tengah riuhnya perdebatan mengenai etika dan fungsi AI, kreator legendaris Hideo Kojima turut memberikan perspektif uniknya mengenai bagaimana seharusnya teknologi ini dimanfaatkan tanpa mengorbankan nilai artistik sebuah karya. Dalam sebuah wawancara terbaru, Hideo Kojima menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu tertarik menggunakan GenAI untuk menciptakan aspek visual dalam gim buatannya.

\Kojima tetap pada prinsipnya untuk menjaga kontrol penuh atas sisi artistik yang menjadi ciri khas karya-karyanya selama ini. Meski begitu, ia tidak menolak AI sepenuhnya; ia justru melihat potensi besar jika teknologi ini diterapkan pada "sistem kontrol" perangkat lunak, yang menurutnya dapat memberikan dampak lebih signifikan pada pengalaman pemain secara langsung.

Kojima memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana AI dapat mengimbangi perbedaan kebiasaan dari setiap pemain. Menurutnya, jika terdapat 100 pemain, maka akan ada 100 cara bergerak dan kontrol yang berbeda-beda. Dengan adanya AI yang mampu mengompensasi perbedaan tendensi tersebut, gameplay dapat mencapai kedalaman yang lebih baik.

Menurutnya, seperti dilansir dari laman Wccftech (22/12), teknologi ini berperan sebagai jembatan yang menyesuaikan respons sistem terhadap input unik dari masing-masing individu, sehingga permainan terasa lebih personal dan intuitif.

Menciptakan Musuh yang Berperilaku Layaknya Manusia

Salah satu poin krusial yang disoroti Kojima adalah perilaku musuh atau NPC (Non-Player Character) dalam gim. Selama ini, banyak gim memiliki musuh yang pola geraknya sangat mudah ditebak dan tidak terasa manusiawi. Kojima membayangkan penggunaan AI untuk mengubah perilaku musuh berdasarkan pengalaman, tindakan, dan pola yang ditunjukkan oleh pemain secara real-time. Respons dinamis ini dianggap mampu menciptakan level tantangan yang jauh lebih mendalam dan organik dibandingkan sistem scripted tradisional.

Visi yang dibicarakan Kojima mengenai perilaku musuh sebenarnya memiliki kemiripan dengan sistem AI canggih yang pernah diterapkan dalam gim Alien: Isolation. Dalam gim horor tersebut, AI milik Xenomorph dirancang secara sangat sofistikat untuk terus belajar dari cara pemain bersembunyi dan bertindak. Implementasi AI semacam inilah yang menurut para ahli dapat mengangkat kualitas sebuah gim dari sekadar hiburan menjadi sebuah pengalaman imersif yang benar-benar terasa nyata dan mengintimidasi.

Pax Insight

Pernyataan Kojima ini sebenarnya sejalan dengan pandangan yang pernah ia sampaikan sebelumnya mengenai pemanfaatan teknologi baru. Ia menyatakan lebih memilih menggunakan AI untuk menangani "tugas-tugas yang membosankan" atau rutinitas teknis yang memakan waktu lama dalam proses pengembangan. Dengan menyerahkan tugas-tugas mikro yang repetitif kepada mesin, Kojima dan timnya dapat tetap fokus pada aspek kreatif dan seni yang menjadi elemen kunci dari identitas gim-gim ikonis miliknya.

Munculnya berbagai pandangan ini menunjukkan adanya perbedaan strategi di antara studio besar dalam menyikapi perkembangan AI. Sementara studio seperti Larian mulai merasa nyaman menggunakan GenAI untuk membantu proses pembuatan aset visual dan seni, Kojima memilih jalan yang lebih konservatif namun inovatif secara sistemik. Fokus Kojima pada penyempurnaan sistem kontrol dan perilaku dinamis menunjukkan bahwa baginya, teknologi harus berfungsi sebagai pendukung mekanik permainan agar lebih mulus, bukan menggantikan sentuhan tangan manusia dalam menciptakan keindahan visual.