Menyusul tren kenaikan harga PS5 dan PS5 Pro, PlayStation 6 (PS6) diprediksi akan jauh lebih mahal hingga mendekati angka USD1.000 atau sekitar Rp15.500.000. Namun, pembocor perangkat keras AMD, KeplerL2, menyebutkan bahwa harga tersebut bisa turun ke angka USD699 atau sekitar Rp10.834.500 (sama seperti PlayStation 5) di ritel, namun jika sony Sony bersedia memberikan subsidi. Soalnya, estimasi total biaya komponen (Bill of Materials/BOM) saat ini sudah menembus angka USD760 atau sekitar Rp11.780.000.
Semahal PC gaming
Skenario subsidi ini sangat diragukan. Dengan bergesernya fokus Xbox ke pasar yang berbeda melalui Project Helix, Sony praktis kehilangan pesaing langsungnya. Tanpa tekanan kompetisi, Sony mungkin enggan menjual konsol dengan status "rugi di awal". Akibatnya, tingginya harga jual dapat memperlambat laju adopsi pemain, yang pada akhirnya memaksa pengembang gim untuk terus merilis versi PS5 dan menahan potensi grafis sejati dari perangkat keras PS6 itu sendiri.
Apa saja detail yang telah bocor?
- Spesifikasi Pemicu Harga: Estimasi biaya produksi yang melebihi Rp11.625.000 ($750) tersebut sudah mencakup komponen SSD Gen5 berkapasitas 1TB, namun dipastikan tanpa disk drive fisik.
- Krisis Komponen Global: Melambungnya harga cip memori (RAM dan SSD generasi terbaru) menjadi penyumbang utama mahalnya ongkos produksi konsol generasi berikutnya ini.
- Target Peluncuran: Meskipun dihantam ketidakpastian ekonomi makro dan mahalnya komponen, Sony diprediksi tidak akan menunda peluncuran PS6 melewati awal tahun 2028, karena biaya penundaan operasional diklaim akan jauh lebih merugikan perusahaan.
Pax insight
PlayStation 6 akan menghadapi tantangan pasar yang jauh lebih berat ketimbang peluncuran PS5 di era pandemi. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kemampuan Sony untuk meyakinkan basis pemain PS5 saat ini bahwa harga yang sangat premium tersebut sepadan dengan lompatan teknologi yang diberikan.



